17 APRIL 1960

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

4 Mei 2019

Kebangkitan Nasional, Frontier Spirit dan Mental Menerabas


Pemuda Tjipto Mangunkusumo, kelahiran Ambarawa 1886. masih berusia belasan tahun ketika ikut dalam kegiatan Budi Utomo, Organisasi yang didirikan tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta tersebut dipelopori oleh pelajar dari STOVIA (School tot opleiding voor Indische Artsen). Tjipto Mangunkusumo adalah alumnus STOVIA tahun 1905. Pada awalnya Budi Utomo hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan negara.


Tercantum dalam anggaran dasarnya bahwa mereka bertujuan memajukan nusa dan bangsa secara harmonis dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, tehnik dan industri serta kebudayaan. Dalam kepengurusan  yang pertama dimana Tirto Kusumo yang menjabat Bupati Karang Anyar ditunjuk sebagai Ketua, kemudian Dr. Wahidin Sudiro Husodo sebagai Wakil Ketua, sedang Tjipto Mangunkusumo sebagai Komisaris.

Baca Juga : Makna Lambang Kabupaten Pemalang

Meskipun kemudian Budi Utomo menjadi unsur penting didalam Volksraad tahun 1918 dan kegiatannya tidak beroerientasi pada kegiatan politik namun pada bulan desember 1921 Budi Utomo memutuskan untuk terjun dalam kancah politik. Gebrakan politik mereka  yang pertama adalah menuntut agar Volksraad (semacam DPR) terdiri dari sebagian besar orang Indonesia.

Dalam perkembangan Budi Utomo mengalami semacam disintegrasi internal. Sementara pihak generasi tua, menginginkan tetap bersikap kooperatif dengan pemerintah jajahan sedangkan generasi mudanya cenderung bersikap non kooperatif. Namun nasionalisme yang semakin membara membuat mereka semakin bersikap keras dan menentang pemerintah Hindia Belanda.

Kongres yang diadakan tahun 1932 melahirkan keputusan yang sangat radikal : Mencapai Indonesia Merdeka. Dari Budi Utomo inilah lahir Parindra (Partai Indonesia Raya). Satu hal yang sangat penting dicatat dari serangkaian perjuangan Budi Utomo adalah semangat pengurusnya yang memperjuangkan kepentingan bangsa dan negaranya.

Tumbuhnya semangat yang demikian itu pada pemuda pelajar anggota Budi Utomo telah dicatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah bangsa kita : yaitu sebagai kebangkitan nasionalisme. Maka tidak berlebihan kalau kelahiran Budi Utomo tanggal 20 Mei dijadikan hari Kebangkitan Nasional. Kalau kita amati apa yang dilakukan oleh Tjipto Mangunkusumo dan teman-temannya, pada dasarnya memiliki nilai-nilai kehidupan yang perlu ditauladani oleh generasi muda dewasa ini.

Nilai kehidupan tersebut adalah semangat kepeloporan yaitu semangat yang mau mengawali sesuatu yang pada awalnya tidak menghasilkan sesuatu ; bahkan sering mendapatkan tantangan hambatan, sebelum melahirkan sesuatu hasil yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Semangat kepeleporan atau frontier spirit jelas memerlukan idealisme yang tinggi, sikap mengedepankan semangat produktif  bukan semangat konsumtif, keinginan mau menderita dan kemauan untuk berjuang tanpa pamrih.

Dalam frontier spirit seorang pemuda harus menomor duakan keuntungan material meskipun kegiatan yang dirintisnya kelak akan menghasilkan keuntungan material. Jadi dengan frontier spirit, seorang pemuda benar-benar mengesampingkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kenikmatan duniawi, bayangan terhadap imbalan materiel maupun keinginan untuk cepat-cepat menghasilkan sesuatu. Dalam semangaat ini seorang pemuda harus jauh dari glamouritas kehidupan, sikap konsumtif dan hura-hura.

Dan sebaliknya dia harus menderita. Dan karena dia mengawali sesuatu yang belum pernah ada, dia harus siap dicemoohkan orang lain bahkan dia harus siap tidak menikmati hasil yang diperjuangkan. Karena mungkin apa yang akan dihasilkannya baru akan terwujud belasan bahkan puluhan tahun di kemudian hari. Tjipto Mangunkusumo mungkin merupakan pemuda yang dapat di tauladani dengan semangat kepeloporannya. Setelah tamat dari STOVIA dia menjadi dokter di Demak. Dibandingkan dengan penduduk pribumi pada umumnya pada waktu itu, kehidupannya jauh lebih baik.

Tetapi keinginannya untuk memajukan bangsanya telah mendorong ia untuk menentang pemerintah Hindia Belanda. Dia banyak menulis tentang penderitaan rakyat akibat penjajahan disurat kabar De Express.  Ketika tahun 1910 dia dianggap berhasil membasmi wabah pers di Malang. Pemerintah Belanda menganugerahkan bintang Orde Van Oranje Nassau. Tetapi anugerah tersebut dikembalikan. Dia bahkan mendirikan Indiche Partij bersama dengan Dauwe Dekker dan Suryadi Suryadiningrat, yang merupakan partai politik I di Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Keinginannya yang kuat untuk melibatkan bangsanya merdeka, membuat dia harus dibuang antara lain di negeri Belanda, Banda neira, Ujung pandang dan Sukabumi ia meninggal di Jakarta tahun 1934. Tetapi apa yang diperjuangkan akhirnya menjadi kenyataan yaitu Indonesia Merdeka. Dia tidak meniktmati hasil perjuangan. Tetapi dengan Keppres No. 109/1964, 2 Mei 1964 diangkat sebagai pahlawan Pergerakan Nasional dan namanya diabadikan pada Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta.

MENTAL MENERABAS
Masalah kita bersama sekarang adalah apakah frontier spirit Tjipto Mangunkusumo telah juga diteladani oleh pemuda masa sekarang. Atau dengan pertanyaan lain seberapa tinggikah idealisme generasi muda dan seberapa besarkah keinginan mereka untuk mau memperlopori sesuatu yang hasilnya berguna untuk bangsa dan negaranya; tetapi pada awalnya memerlukan ketekunan, penderitaan dan ketabahan karena tidak akan mendapatkan keuntungan materiel. Kalau kita telusuri beberapa tokoh generasi muda dengan berbagao kegiatannya selama ini, tentu semangat yang demikian itu ada tetapi orang cenderung untuk berfikir pesimis.

Generasi muda dewasa ini adalah generasi muda yang penuh godaan mereka adalah manusia-manusia modern yang dikitari dengan semangat konsumerisme dimana barang-barang mewah hasil tehnologi mutakhir menawarkan kenikmatan duniawi : mobil, TV berwarna, tape recorder, video, computer, kulkas, AC, film, video game dan sebagainya. Sementara itu hidup semakin praktis dan menawarkan kemungkinan untuk mendapatkan barang-barang konsumtif tadi dalam waktu yang cepat.

Generasi muda masa kini terancam kehilangan idealisme dan frontier spirit, ketika anak-anak muda berwajah rupawan, namanya meroket menjadi bintang film atau penyanyi pop. Dalam waktu yang teramat singkat mereka menjadi jutawan muda. Tiba-tiba mereka memiliki rumah mewah, merrcy atau BMW, bepergian ke luar negeri dan tentu saja pakaian model mutakhir. Sebagian generasi muda sekarang, bermimpi menjadi penyanyi pop atau artis film. Mereka kepingin pula menikmati kemewahan dalam waktu yang cepat, tanpa harus hidup prihatin atau menderita.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 151

1 komentar:
Write Komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_firmansyh
Join Our Newsletter