0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

8 Desember 2018

Kolam Budidaya Lele Anda Menimbulkan Bau Busuk? Berikut Cara Menghilangkan Bau Menyengat


Kolam lele yang menggunakan terpal, tembok atau juga drum plastik jika sudah setengah bulan dari masa tebar benih seringkali mengeluarkan bau busuk yang menyengat hidung. Jika kolam budidaya Anda berada dilokasi yang dekat dengan tetangga tentu cukup mengganggu terlebih bagi anda sendiri pemilik budidaya. Untuk meminimalkan bau busuk pada kolam budidaya, beberapa tips berikut yang dapat dilakukan secara mandiri atau penggabungan perlu dilakukan. Pada prinsipnya mengurangi faktor penyebab bau atau menangkalnya. Lele akan ikut terjaga kesehatannya, jika bau air kolam dapat berkurang.

Baca Juga : Seputar Hama Tanaman

1. Rebus Pakan Mentah
Untuk anda yang menerapkan pakan tambahan mentah pada lele, sebaiknya direbus dulu. Terutama untuk volume pakan yang banyak. Sisa pakan mentah berpotensial untuk menimbulkan bau busuk. Sesuaikan jumlah pakan dengan jumlah ikan dikolam.

2. Gunakan Probiotik
Pemberian probiotik pada kolam ikan, sangat membantu mengurangi bau busuk. Mikroorganisme yang terkandung di dalamnya mampu menguraikan sisa pakan, kotoran ikan dan bahan-bahan organik dikolam sehingga mengurangi bau busuk. Anda bisa mencari probiotik ditoko ternak dengan berbagai merk, contohnya EM4 perikanan, Figros dan lain-lain. Carilah probiotik yang sekaligus mengandung tambahan suplemen untuk kesehatan ikan.

3. Filter Air
Meskipun penerapan filter air pada kolam ikan lele jarang dilakukan, metode penyaringan air dapat dilakukan untuk mengurang bahan organik yang mengendap didasar kolam dan bau yang ditumbulkan. Air kolam dipompa ke sebuah instalasi filter air untuk kemudian dialirkan kembali kedalam kolam. Penggunaan filter air selain membuat air lebih bersih juga mampu meningkatkan kadar oksifen terlarut dalam air atau DO (Dissolved Oxygen). Air yang digerakkan atau dialirkan juga lebih mudah melepas kadar amoniak ke udara dibandingkan air yang diam. Filter untuk kolam lele umumnya digunakan pada kolam yang padat tebar yang cukup tinggi.

4. Material koloid
Penambahan material yang bersifat koloid kedalam kolam seperti batu-bata, pipa bus (buis) beton, genting tanah liat, batu zeolit dapat diterapkan. Selain memiliki kemampuan penyerapan, material diatas dapat menjadi rumah bagi mikroorganisme atau bakteri penguran didalam kolam. Bahan-bahan material dapat menyulitkan saat masa panen sehingga menjadi kendala tersendiri.

5. Akuaponik
Akuaponik atau penggabungan hidroponik dengan kolam ikan dapat mengurangi bau busuk pada kolam. Apalagi jika diterapkan sejak awal masa pemeliharaan ikan dikolam. Air yang banyak mengandung sisa-sisa bahan organik dialirkan ke instalasi akuaponik untuk dijadikan nutrisi tanaman. Air mengalami penyaringan oleh filter, media, sekaligus akar tanaman sehingga menjadi lebih bersih dibanding kolam tanpa instalasi akuaponik.

6. Pakan Secukupnya Saja
Pemberian pakan pada lele hendaknya secukupnya saja, jangan berlebihan. Beberapa praktisi bahkan menyebutkan perkiraan untuk pakan seekor ikan dalam kondisi 80% kenyang. Selain untuk menjaga nafsu makan lele pada pemberian pakan berikutnya, juga agar pakan tidak bersisa yang menjadi salah satu faktor penyebab bau busuk.

7. Angkat Ikan Yang Mati
Sering-seringlah memeriksa kondisi kolam, hal ini bertujuan untuk memantau kondisi lele jika ada yang mati. Jika ditemukan lele yang mati terapung segera angkat dan dibuang. Bangkai lele yang mati menjadi sumber bau pada kolam yang cukup signifikan, sekaligus menjadi indikator air kolam berada dalam level kuran sehat.

8. Pergantian Air Berkala
Meskipun lele dapat hidup sampai masa panen tanpa pergantian air, penambahan volume air tetap perlu dilakukan untuk mengganti turunnya volume air. Hal ini sangat tepat jika ditengah masa pembesaran muncul bau tidak sedap, anda dapat melakukan pergantian air 20% hingga 50% dari volume air kolam secara berkala atau 60% hingga 80% jika kolam terlalu parah. Penggantian volume air disesuaikan tingkat bau pada kolam budidaya.

9. Persifonan (Sifon)
Sifon sendiri berfungsi untuk membuang kotoran atau endapan pada dasar kolam. Sifon dapat diletakkan didasar kolam dengan kontruksi khusus sehingga kotoran mudah tersedot keluar saat lubang buang dibuka. Penyedotan kotoran dengan selang air tanpa listrik juga dapat dilakukan, atau selang dapat dihubungkan dengan pompa air listrik. Setelah penyedotan selesai, isi kembali kolam air seperti sedia kala.

10. Kucuran Air
Kucuran air yang diambil dari dalam kolam maupun luar kolam dapat mempercepat proses pelepasan kandungan amoniak dari air kolam. Untuk menciptakan kucuran air dari dalam kolam dapat digunakan pompa air atau pompa akuarium.


Sumber : http://daunijo.com/cara-menghilangkan-bau-busuk-menyengat-pada-kolam-lele/

Tidak ada komentar:
Write Komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter