0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

5 September 2018

Matematika Ria Bilangan dan Makna Lambang Bilangan


Menafsirkan makna bilangan ternyata mengasyikkan bagi kita, terutama dalam mengisi waktu senggang. Setiap lambang bilangan mempunyai keunikkan dalam pengerjaan, baik secara perkalian pembagian maupun pengerjaan lainnya. Selain keistimewaan perlu diperhatikan tentang ciri-ciri makna dan nilai bilangan itu sendiri. Sering lambang bilangan di gunakan sebagai tolok ukur atau simbol-simbol lainnya terutama yang dapat dihitung. Pernahkan kita memikirkan bahwa setiap lambang bilangan itu mempunyai makna, terutama dalam hubungannya dengan hari kelahiran kita masing-masing.

Baca Juga : Kamus Alfand Bagian Ke Empat

Untuk memahami makna lambang bilangan kami menggunakan pendekatan matematik. Dengan pendekatan itu dimungkinkan ketepannya dapat diandalkan. Kita tahu tanggal bulan dan tahun kelahiran, tetapi hari apa kita dilahirkan? Sebelum menyinggung masalah hari lahir, kita perlu mengetahui beberapa sifat pengerjaan bilangan. Sifat pengerjaan tertentu dan pada bilangan tertentu pula, kita sering menjumpai cara yang paling mudah dan praktis. Cara yang paling mudah dalam pengerjaan pada bilangan tertentu adalah sebagai berikut :

1.    Lambang Bilangan Nol (O)
Lambang bilangan ini bila dikalikan dengan bilangan lain akan mendapatkan jawaban nol. Bila menempel pada bagian depan bilangan lain, bilangan itu kurang berfungsi. Bilangan ini hanya berfungsi bila menyertai bilangan lain dan menempati di tengah maupun di belakang. Bilangan nol pada kalender masehi sebagai kode hari sabtu.

2.    Lambangan Bilangan Satu (1)

Bila menempel di depan, ditengah ataupun di belakang kecuali pada lambang bilangan nol, bilangan ini sangat berarti dalam pembentukan bilangan lainnya. Bilangan satu bila dikalikan dengan bilangan lainnya sifatnya netral. Jawaban hasil perkaliannya hanya bilangan itu sendiri.  Bilangan satu bila berhimpit dengan bilangan itu sendiri (bilangan 11) menjadi bilangan yang istimewa dalam pengerjaan perkalian. Lambang bilangan  sebelas bila dikalikan dengan bilangan lain yang mempunyai puluhan akan mendapatkan cara pengerjaan yang istimewa.
Misalnya :

Pertama
11 X 11 = 121
Untuk mendapatkan hasil jawaban yang lebih mudah cara sebagai berikut;  bilangan sebelas bagian belakang kita pisahkan menjadi satu dan satu, bilangan satu dan satu ditambahkan yaitu jawabannya dua. Bilangan dua akan kita letakkan pada bagian tengah bilangan satu dengan satu tadi. Maka akan mendapatkan jawaban bilangan 121.

Kedua
11 X 13 = 143
Bilangan satu dan tiga kita renggangkan, satu di tambah tiga akan mendapat jawaban empat. Bilangan empat di tempatkan pada bagian tengah bilangan satu dan tiga. Jadi bilangan itu sekarang 143.

Ketiga
11 X 25 = 275
Bilangan dua dan lima di renggangkan. Bilangan dua di tambah lima jawabannya tujuh. Bilangan tujuh di tempatkan pada bagian tengah maka akan mendapatkan jawaban 275. Naah sekarang mudahkan ?

Keempat
11 X 111 = 1221
Cara untuk mendapatkan jawaban tersebut yaitu puluhan satu ditambah satuan satu jawaban dua. Ratusan satu di tambah puluhan satu jawaban dua. Bilangan dua (2) dan dua (2) di letakkan pada bagian tengah satu ratusan dan satu satuan. Maka akan mendapatkan jawaban 1221.

Kelima
11 X 1111 = 12221
Puluhan satu (1) di tambah satuan satu (1) jawaban dua (2), ratusan satu (1) di tambah puluhan satu (1) jawabannya dua (2) serta ribuan satu (1) di tambah ratusan satu (1) jawaban dua (2). Bilangan 222 di letakkan pada bagian tengah ribuan satu (1) dengan satuan satu.
Dengan demikian akan mendapatkan jawaban bilangan 12221.

3.    Lambang Bilangan Sembilan (9)

Pada pengerjaan perkalian bilangan sembilan ini, terdapat pula keistimewaan. Perkalian tersebut menunjukkan hasil akhir yang unik.
Bilangan sembilan jika dikalikan dengan bilangan sembarang kecuali bilangan no, hasil akhir tersebut apabila bilangan yang membentuk lambang bilangan baru itu dijumlahkan maka akan mendapatkan jawaban sembilan.

Contoh ;
9 X 2 = 18        1 + 8 = 9
9 X 4 = 36        3 + 6 = 9
9 X 23 = 207        2 + 0 + 7 = 9
9 X 13 = 117        1 + 1 + 7 = 9
9 X 88 = 792        7 + 9 + 2 = 18
            1 + 8 = 9

Dengan demikian lambang bilangan tertentu mempunyai keunikan dan misteri tersendiri. Sekarang bagaimana dalam hubungannya dengan hari kelahiran seseorang, apakah lambang-lambang bilangan itu dapat mengungkap hari kelahiran? Untuk itu ikutilah penjelasan sebagai berikut :

Pertama, bahwa anda harus tahu tanggal, bulan dan tahun kelahiran masing-masing dengan benar dan jangan kira-kira. Tanggal berapa, bulan apa, dan tahun berapa dilahirkan. Dalam hal tahun cukup di tulis dua  angka dari belakang.

Contoh ;
Agus lahir pada tangal : 25 Agustus 1957
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut diatas, silahkan mengikuti kode bulan dan kode hari dibawah ini :

Dalam Kalender Masehi kita mengenal tahun kabisat dan bukan kabisat. Pada kode bulan dalam bulan tertentu mempunyai dua kode, maksudnya pada kode bagian depan  kode bulan bukan kabisat. Sedangkan bagian belakang kode bulan tahun kabisat.

Bulan,    
Januari        : 1/0
Februari    : 4/3
Maret        : 4
April        : 0/1
Mei        : 2
Juni        : 5
Juli        : 0
Agustus        : 3
September    : 6
Oktober    : 1
Nopember    : 4
Desember    : 6

Hari, Sabtu Kodenya    : 0
Minggu            : 1
Senin            : 2
Selasa            : 3
Rabu            : 4
Kamis            : 5
Jum’at            : 6

Catatan :
Tahun kabisat adalah tahun yang pada bulan februarinya berumur dua puluh sembilan atau tahun yang bilangannya habis di bagi 4.

Kedua, setelah mengetahui kode bulan dan hari langkah selanjutnya menjumlahkan. Sedangkan bilangan yang dijumlahkan antara lain tanggal, kode bulan, dua angka dari belakang tahun kelahiran dan seperempat tahun. Dalam membagi seperempat tahun kadang-kadang sisa, nah sisa ini jangan diperhatikan atau biarkan saja. Setelah mengetahui kode dan cara menjumlahkan maka kita kembali pada hari lahir Agus di atas.

Agus lahir tanggal : 25 Agustus 1957

Jawabannya :
15 + 3 (kode bulan) + 57 + 14 (seperempat dari 57) = 99
Bilangan sembilan puluh sembilan (99) ini dibagi 7 (jumlah hari ada 7) atau 99 : 7 = 28 sisa 1
Sisa ini kita cocokkan pada kode hari. Maka akan mendapatkan jawaban, bahwa Agus lahir Hari Minggu.

Contoh ;
Fandi lahir pada tanggal 29 Desember 1984 Hari apa Fandi lahir ?
Jawabannya :
29 + 6 (kode bulan tahun kabisat) + 84 + 21 = 140
140 : 7 = 20 sisa 0

Sisa ini kita cocokkan dengan kode hari. Pada kode bilangan 0 adalah hari Sabtu. Jadi Fandi lahir hari Sabtu. Naaah ini mudahkan, silahkan mencari hari kita masing-masing pada suatu saat pasti berguna untuk kepentingan administrasi.

Dengan tulisan ini ternyata lambang bilangan dapat kita manfaatkan untuk mencari hari lahir kita masing-masing.



Sumber : Majalah Krida. Edisi 193. Drs. Tumina

1 komentar:
Write Komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter