0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

1 Oktober 2015

Kekuatan Yang Tersembunyi Dari Nafas


Bernafas merupakan kebutuhan yang vital setiap mahluk hidup, sejak dilahirkan sampai detik terakhir akan meninggalkan ajalnya; setiap mahluk hidup tidak henti-hentinya bernafas. Manusia bernafas dengan paru-paru. Paru-paru adalah organ tubuh yang berfungsi mengalirkan oksigen (O2) yang terdapat dalam udara pernafasan masuk pembuluh darah kapiler dan gelembung paru-paru (alveoli). Paru-paru kita dapat bergerak secara otomatis. Dalam waktu 24 jam manusia melakukan pernafasan secara normal sebanyak +- 25.000 kali. Pada orang laki-laki gerakan pernafassan yang dilakukan sebanyak 14-16 kali sedangkan pada wanita sebanyak 18-20 kali setiap menit.

Bebas Penyakit
Khe Mung seorang thabib dari Shanghai mengatakan, “Jika manusia melakukan pernafasan sempurna (volume nafas besar) maka mereka akan bebas dari penyakit. Bila mereka sering bergerak badan. Mereka tidak mudah menjadi tua. Tubuh manusia berada dalam udara, dan udara berada dalam tubuh kita. Bagi mereka yang mahir menguasai teknik pernafasan dengan baik, selain badannya sehat, terhindar dari penyakit, serta kuat, terhindar dari penyakit, serta kuat menahan lapar, ia juga dapat mencapai usia yang panjang.”

Sedangkan dalam sebuah majalah kuno ditulis, “Jika kita harus melakukan pernafasan dalam-dalam yang teratur, jika kita tidak ingin meninggal dunia sebelum berusia 100 tahun; pernafasan merupakan jalan utama untuk memperkuat jantung, serta dengan mudah dapat menolak bermacam-macam penyakit.”

Manusia hanya mengerti bagaimana cara memasukkan udara dalam ban mobil tetapi tidak mengetahui bagaimana harus memasukkan udara ke dalam  paru-paru sendiri. Paru-paru bagaikan dua buah mesin yang penting dikanan dan dikiri tubuh kita yang harus diisi penuh dengan udara baru, yang sama halnya dengan ban mobil.“ Demikian dikatakan Herber Casson. Oleh sebab itu pernafasan harus kita lakukan sebaik-baiknya dengan sempurna agar setiap kebutuhan oksigen dalam tubuh selalu terpenuhi.

Latihan
Perlu diketahui bahwa pada orang yang kurang melakukan gerak fisik, seperti bekerja duduk (misalnya karyawan di kantor) sebagian besar alveoli paru-paru tidak perlu meningkatkan perluasan permukaannya untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi pekerjaannya tersebut. Sedangkan pada orang yang giat melakukan latihan olah raga seluruh volume paru-parunya ikut mengambil bagian dalam proses penyerapan udara (O2) yang luasnya meliputi sekitar 100m2 pada permukaan alveoli paru-paru. Jadi seluruh alveoli ikut aktif memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen.

Pada bidang olah raga, pernafasan merupakan suatu masalah yang perlu mendapat perhatian khusus, karena masalah pernafasan bagi olahragawan sangat menentukan dalam usaha peningkatan prestasi, disamping faktor-faktor lain yang diperlukan. Banyak diantara atlit-atlit kita memiliki nafas yang pendek, pernafasan yang pendek akan berakibat kantong-kantong udara paru-paru menjadi kempis dan lambat laun melekat.
Pada waktu tubuh membutuhkan oksigen yang lebih banyak, kantong-kantong tersebut  sukar mengembangkan atau memungkinkan pecah sehingga mengakibatkan infeksi dan sebagainya.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu latihan secara teratur, sehingga para atlit dapat mencapai target nilai volume minimal 65cc per Kg berat badan. Dengan latihan secara teratur paru-paru akan dapat memanfaatkan oksigen yang sangat banyak, dan mengeluarkan CO2 yang banyak pula, sehingga jantung banyak mendapat O2 dari darah yang mengalir dari paru-paru ke jantung, akibatnya suplay oksigen ke seluruh tubuh dapat berjalan lancar.

Berdasarkan kenyataan, frekwensi pernafasan pada manusia yang tidak terbiasa menjalankan latihan olahraga berkisar antara 18-20 kali per menit. Tetapi pada mereka yang sudah terlatih berolahraga, frekwensi pernafasannya dapat menurun, oleh karena nafasnya menjadi lebih dalam.

Tujuh Minggu
Secara menyeluruh pengaruh latihan terhadap pernafasan yaitu : bidang dada bertambah luas, mekanisme pernafasan mengalami perubahan (frekwensi pernafasan menurun, tarikan nafas bertambah dalam), serta memperkuat otot-otot pernafasan.

Pengaruh latihan akan sudah mulai dapat terlihat setelah berlatih beberapa minggu dan akan lebih nyata setelah 7 minggu. Karena itu tidaklah mengherankan bahwa pekerjaan yang pada mulanya terasa berat, akan menjadi ringan dan lebih mudah dapat dilaksanakan setelah melakukan latihan. Dalam kehidupan sehari-hari nyata terlihat bahwa orang yang belum terlatih akan bernafas terengah-engah setelah melakukan kerja berat (setelah mengerahkan tenaga secara maksimal). Padahal keadaan semacam ini jarang terjadi pada orang yang sudah terlatih baik.

Jadi kita dapat membuat kesimpulan, bahwa mereka yang terlatih (berolahraga) memiliki efisiensi pernafasan yang lebih tinggi atau dengan kata lain mereka yang telah terlatih akan bernafas ekonomis dari pada mereka yang belum terlatih sama sekali. Orang yang terlatih dapat mengatur pernafasannya selaras dengan beratnya pekerjaan yang dilakukan.


Sumber : Majalah Krida. Sugiyanto.FPOK IKIP Semarang. Edisi 168

Tidak ada komentar:
Write Komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter