0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

17 September 2015

Kuaci Mencegah Serangan Prostat


Ternyata pencegahan kanker prostat ada di sekitar kita bahkan menjadi makanan kecil atau cemilan dikala senggang..? Adalah Biji labu merah bukan cuman enak  dibikin kuaci sebagai cemilan di kala senggang. Ternyata kuaci juga berkhasiat sebagai obat maupun mencegah pembesaran kelenjar prostat. Begitu juga buah saw palmetto.

Orang Jawa Tengah menyebut labu merah sebagai waluh.  Daging buahnya yang berwarna kuning bersemu merah kalau sudah masak, enak disayur atau di kolak. Sedangkan bijinya yang berkulit putih, dan sedikit lebih besar dari biji semangka yang berkulit hitam, juga biasa dioleh sebagai kuaci yang gurih rasanya. Ada dua jenis labu merah, Cucurbita moschata Duch ex Poir dan Cucurbita pepo L. (Gembong Tjitrosoepomo, 1994). Tanaman dan buah ini mudah dijumpai di Tanah Air. Sedangkan saw palmeeto jauh dari tempat kita, yaitu di Amerika Serikat bagian selatan, mulai dari California Selatan hingga Florida.

Dalam biji labu merah (ada juga yang bilang labu kuning) itulah terletak khasiatnya dalam mencegah  maupun mengatasi hipertrofi atau pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia). Sedangkan khasiat saw palmetto tersimpan pada buahnya.

Sejalan dengan proses menua
Gangguan berupa Pembesaran Prostat Jinak (PPJ ) ini hanya mengancam ayah atau kakek kita. Sebab, kelenjar prostat hanya dimiliki kaum pria. Fungsinya saja memproduksi cairan prostat yang menyediakan zat makanan bagi sperma. Kelenjar yang kira-kira seukuran biji kacang tanah itu letak persisnya ada di antara tulang kemaluan dan anus, mengelilingi pangkal saluran kemih atau air seni (uretra).

Pembesaran Prostat Jinak dibandingkan dengan gangguan  lain, misalnya kanker prostat, memang paling sering terjadi. Penyebab Pembesaran Prostat Jinak belum diketahui secara pasti. Diduga, erat kaitannya dengan proses penuaan. Makanya, Pembesaran Prostat Jinak biasanya dimulai timbul atau dirasakan pada usia 40-45 tahun. Sejalan dengan  proses penuaan, terjadi perubahan pada system hormonal didalam tubuh.

Secara bertahap terjadi proses reduksi biologis terhadap hormone testosterone-akibat pengaruh enzim 5-alfa-reduk-tase – menjadi hormone dihidrotestosteron. Perubahan yang berlangsung secara bertahap ini menyebabkan makin tingginya kadar dihidrotestosteron. Hormon inilah yang berpengaruh pada pembesaran kelenjar prostat (Ariawan Soejeonoes, dkk., 1996).

Yang juga ikut andil dalam kasus pembesaran kelenjar prostat ini ialah bertumbuhnya. Zat prostaglandin dalam jaringan prostat. Beta-sitosterol berperan menghambat pembentukan prostaglandin. Karena itu Pembesaran Prostat Jinak dapat juga dicegah oleh beta-sitostrol (Bombardelli, E., Morrazoni, P.,1997).

Jika kelenjar prostat membesar, saluran air seni atau uretra di dekat pintu masuk kandung kemih seolah-olah tercekik. Otomatis pengeluaran air seni jadi terganggu. Makanya, penderita akan sering kencing, terutama pada malam hari. Adakalanya tak tertahankan sampai mengombol segala. Bila jepitan pada uretra meningkat, keluarnya air seni pun makin sulit dan pancaran air kencing tadi melemah lalu mendadak berhenti. Akibatnya, timbul rasa amat nyeri pada perut karena air seni yang tertahan. Keadaan ini selanjutnya dapat menimbulkan infeksi pada kandung kencing.

Apabila Pembesaran Prostat Jinak sudah sedemikian rupa, dan aliran air seni terhenti, untuk mengeluarkan air kencing harus digunakan kateter. Cara ini akan dirasakan sakit oleh penderita. Pada tahap serius, dokter terpaksa melakukan pembedahan dengan memotong kelenjar prostat (Ariawan Soejoenoes, dkk., 1996).

Tapi, mencegah jelas merupakan langkah bijaksana. Makanya, jika timbul gejala-gejala hipertrofi prostat jinak, sebaiknya segera mengkonsumsi obat. Labu merah atau saw palmetto bisa dijadikan pilihan alternative. Biji labu merah bisa dikonsumsi dalam bentuk kuaci, direbus, atau disangrai. Tidak ada batasannya berapa banyak yang harus dimakan.

Sebenarnya, pemanfaatan biji labu merah sebagai obat Pembesaran Prostat Jinak sudah ada sejak zaman dulu. Dr. W. Devrient dari Berlin, Jerman, menganjurkan kepada pasien Pembesaran Prostat Jinak agar mengkonsumsi biji labu merah secara teratur untuk menghambat pembesaran kelenjar prostat. Malah biji labu merah dikatakan punya khasiat memudakan kembali daya seksualitas pria. Nah, apa nggak untung, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui?

Di Eropa dan Amerika, biji labu merah popular sebagai obat pencegah gangguan prostat. Terbukti, pria yang terbiasa makan biji labu merah secara teratur tidak mengalami gangguan kelenjar prostat selama hidupnya (Richard Lucas, 1978).

Dimana Khasiatnya?
Dalam biji labu merah terkandung sejumlah zat antara lain jenis asam amino yang langka (seperti m-karboksifeni-lalanina, pirazoalanina, asam aminobutirat, etilasparagina, dan sitrulina) dan sejumlah asam amino lain yang diperlukan kelenjar prostat (semisal alanina, glisinam dan asam glutamat).
Biji labu merah juga mengandung unsure mineral Zn (seng) dan Mg (magnesium) yang sangat penting bagi kesehatan organ reproduksi, termasuk kelenjar prostat. Kandungan lainnya berupa asam lemak utama, yaitu asam lino leat, asam oleat, dan sedikit asam linolenat. Selain itu vitamin E (tokoferol) dan karotenoid, yakni lutein dan betakaroten juga ada di dalam daging bijinya.

Sementara buah saw palmetto mengandung sejumlah asam lemak, meliputi asam laurat, asam linoleat, asam laurat, asam oleat, asam palmitat, dan asam stearat (Bombardelli, E., Morazoni, p., 1997). Namun, dalam ini yang paling punya peranan di antara semua itu ialah kandungan hormone beta-sitosterol pada biji labu merah maupun saw palmetto (selain beta sitostrol, buah ini juga mengandung sterol lain seperti stigmasterol dan aukosterol).

Hormone beta-sitosterol itulah yang menyimpan khasiat menghambat atau menekan kerja enzim 5-alfa-reduktase. Enzim ini akan mengurangi terbentuknya hormone dihirosteron. Dengan begitu, membesarnya kelenjar prostat dapat dicegah. Hormone beta-sitosterol dalam biji labu merah ataupun buah saw palmetto itu juga menghambat terbentuknya prostaglandin dalam jaringan prostat. Artinya, menurunkannya kadar prostaglandin akan mencegah pembesaran kelenjar prostat. Atau dengan kata lain, kelenjar prostat yang  sudah mengalami pembesara akan mengecil kembali.
Unsur seng dan magnesium dalam biji labu merah juga sangat menunjang kelenjar prostat. Hasilnya, pembesaran kelenjar prostat jinak dapat teratasi. Namun, perlu diketahui, biji labu merah atau buah saw palmetto tidak mampu mengatasi gangguan prostat akibat kanker kelenjar prostat (Ariawan Soejoenoes, dkk., 1996).

Obat jadinya mahal
Tumbuhnya saw palmetto memiliki nama latin Serenoa repens (Bart.) J.K Small., sinonim dengan Serenoa serrulatum Hook. F., atau Sabal serrulatum Schult. f. Mereka ini termasuk tumbuhan sejenis palem yang hidup dan tumbuh di tanah berpasir. Tumbuhan ini spesifik dengan batang yang menjalar mendatar sepanjang 1,8 – 3 m, dan bercabang. Pada ujungnya tumbuh batang pendek, yang muncul di permukaan tanah dengan daun berbentuk menjari. Pada bagian tepi daun berbagi seperti gergaji, dengan panjang tangkai daun 1,5 m. Perbungaan mulai dengan tangkai panjang tangkai daun.

Bagi kalagan penduduk di sana, buahnya memang digunakan sebagai obat untuk mengatasi iritasi kandung kencing, uretra, dan kelenjar prostat. Sebab, zat-zat yang terkandung di dalamnya dapat menstimulasi selaput lender saluran air seni. Selain itu juga digunakan sebagai tonikum, obat bronchitis, pelancar air seni dan sedative (Bombardelli, E., Morrazoni, P., 1997). Obat gangguan prostat produksi industry yang beredar  selama ini kebanyakan berasal dari buah saw palmetto. Harganya lumayan mahal, maklum tanaman ini asli Amerika Serikat. Andaikata obat itu diracik dari biji labu merah yang melimpah di Indonesia, tentu harganya akan tidak semahal yang berasal dari buah saw palmetto.

Barangkali para tanaman obat di Tanah Air perlu membahas pengolahan biji labu merah sebagai obat untuk gangguan prostat. Sebelum itu terlaksana, anjuran Dr. W. Devrient dari Berlin itu mungkin perlu diikuti; makanlah secara teratur biji labu merah agar dapat terhindar dari gangguan prostat, hyperplasia prostat jinak, terutama bagi para pria dewasa.


Sumber : Majalah Intisari,Januari.2001
Gambar : http://www.gudangkesehatan.com/manfaat-kuaci/

Tidak ada komentar:
Write Komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter