0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

21 Agustus 2015

Menjadikan Kritik Sebagai Sahabat


Dalam berkehidupan entah dilingkungan perkantoran, organisasi dan kemasyarakatan, tentu tidak bisa lepas dari kritik. Dalam hidup kritik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam manusia menjalani kehidupan. Dalam sebuah kritik, setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian, pertama isi dan kedua cara penyampaiannya. 

Dari dua hal tersebut isi menjadi benar atau tidak tergantung dari cara penyampaian yang baik atau tidak namun ada pula yang kurang tepat dalam menyapaikan kritikan. Ada isi kritik salah meskipun cara menyampaikannya dengan baik. Dan yang paling bahaya tentu kalua isi kritik salah, cara menyampaikanya pun tidak baik.

Untuk anda yang sering mengikuti berbagai organisasi ataupun dilingkungan perusahaan, kita simak bagaimana kritik tidak menjadi momok yang menakutkan dan patut anda coba :

Menerima Kritik
Tentu jika kita menerima kritik, maka terimalah dengan ikhlas. Tidak menjadikan kritik sebagai bahan untuk emosi, sebaliknya hadapilah dengan perasaan tenang dan pikiran jernih.

Memahami Makna Kritik
Untuk kritikan yang kita terima, lebih bagus jika kita menganggap kritik sebagai masukan untuk terus memperbaiki diri, bukan menjadi ancaman diri pribadi anda. Dengan memahami makna dari kritik maka akan tercipta sikap positif sewaktu menghadapi kritik.

Mencari Kritik
Jika dianggap sebagai hal yang bermanfaat carilah dan mintalah kritik dari orang-orang disekitar kita. Maka dengan begitu dapat diperoleh gambaran mengenai diri kita pribadi.

Perbaiki Diri
Apabila pribadi kita kurang baik, sudah sepatutnya kalua kita memperbaiki diri. Dalam hal ini, kritik dapat dijadikan sebagaia titik tolak dalam pengembangan pribadi. Jadi dengan kritik dapat diketahui sisi yang menjadi kelemahan kita dan harus segera diperbaiki sehingga terbentuk pribadi yang baik pula.

Evaluasi Diri
Tentu hal yang terpenting ketika menerima kritik adalah memilah dan memilihnya. Mana yang benar isinya dan yang salah dalam pandangan objektif kita. Berdasarkan penilaian itu kita dapat mengevaluasi diri kita sendiri dengan seobjektif mungkin.
Tak ada musuh yang lebih kuat dari pada seseorang yang tidak tahu apa yang dilawannya (J. Middleton Murry). Begitu pula dengan kita, sejauh mana kita kita melihat kritik tersebut.


Sumber : Intisari (Drs. Sukmana)

Tidak ada komentar:
Write Komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter