0817-174-1960

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

16 Maret 2019

Mengenal Listrik Tenaga Surya


Populer dengan sebutan PLTS Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Sebuah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan energi surya sebagai sumbernya.


Pada dasarnya, sebuah Unit PLTS terdiri dari :
1.   Subsistem dasar yang meliputi komponen.
•    Modul Surya RSM 45. merupakan bahan semi konduktor yang berfungsi mengubah intensitas matahari menjadi listrik.
•    Baterai (accu) yang berfungsi sebagai penyimpan energi yang diperlukan pada malam hari atau saat intensitas matahari rendah.
•    Alat pengatur yang berfungsi memberikan pengaturan atau pengamanan dalam suatu Unit PLTS sehingga bekerja secara efisien dan handal.

2.   Unit Beban.
Ini merupakan suatu bagian akhir dari sebuah PLTS yang berfungsi untuk mengkonversikan Listrik yang dibangkitkan menjadi bentuk akhir seperti cahaya, tekanan mekanikal dan thermal. Listrik yang dihasilkan dari PLTS ini sebesar 130 watt jam per hari dan dapat digunakan untuk 2 lampu. Radio dan televisi.

Kelebihan PLTS
Sistimnya yang desentral mempunyai beberapa keuntungan : Tidak memerlukan jaringan distribusi, cocok untuk daerah pemukiman tersebar. Bersifat moduler, memenuhi kapasitas kecil sampai menengah. Tidak ada bagian yang bergerak hingga tak menimbulkan keausan. Tidak memerlukan bahan bakar, tidak menimbulkan polusi suara atau udara. Yang jelas, tidak membutuhkan operator dengan cara perawatan yang mudah dan sederhana.


Sumber : Majalah Krida. Her, Tri. Edisi 199.

Pemeliharaan Tanaman Lada


Salah satu syarat pertumbuhan tanaman lada adalah daerah yang memiliki ketinggian di bawah 600 m diatas permukaan laut. Bila di daerah tempat tinggal kita dibawah 600 m di atas permukaan berarti memenuhi syarat untuk pertumbuhan lada.

Baca Juga : Cara Menanam Pepaya

Pemeliharaan yang perlu dilakukan diantaranya sebagai berikut :
1.    Menjaga Kondisi Lahan :
       -    Langkah pertama mengatur drainase, sehingga tidak ada air yang tergenang di kebun.
       -    Menggemburkan tanah dalam musim kemarau setelah panen selesai.

2.    Pemeliharaan Tanaman
Tanaman lada tidak bisa aktif memanjat tanpa bantuan tiang panjat. Bantuan yang dilakukan harus pada saat yang tepat dan hati-hati. Adapun caranya sebagai berikut :
Pada umur kurang lebih 1 bulan tunas-tunas baru yang sudah mulai tumbuh dan belum membentuk akar.

Pada saat inilah tanaman perlu diberi tiang panjat dan tunas-tunas baru tersebut mulai dililitkan pada tiang panjat, kamudian diikat dengan hati-hati, jangan terlalu erat, karena dapat merusak batang. Setiap ruas memerlukan ikatan supaya akar pelekatnya segera berfungsi. Pengikatan berlangsung sampai batang mencapai tinggi 1,5 m.

3.    Pemupukan
Sebagai pupuk dasar diberikan pupuk kandang sebanyak 5 – 10 kg tiap lubang tanam. Pemupukan berikutnya diberikan pada saat tanaman berumur 8 – 12 bulan dengan pupuk : urea 50 gr/pohon, TSP 25 gr/pohon, KC1 25 gr/pohon.

Pemupukan ke II dilakukan pada saat pembentukan bunga dan selesai panen dengan pupuk urea 600 gr/pohon, TSP 600 gr/pohon, KC1 600 gr/pohon. Adapun cara pemberian pupuk dilakukan dengan membuat selokan kecil melingkar dengan jarak lebih kurang 30 cm dari batang, kemudian pupuk di sebar melingkar.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 195. Hal 74

Cara Menanam Pepaya


Untuk anda yang memiliki kebun kosong dibelakang rumah, dan belum dipergunakan. Alangkah lebih baiknya dimanfaatkan untuk menanam buah-buahan. Sebagai pertimbangan anda bisa mencobanya dengan menanam buah pepaya yang tidak terlalu sulit. Penanaman biji pepaya sebenarnya tidak terlalu sulit, cukup dibenamkan sedalam 1 cm saja. Dan yang perlu diperhatikan biji tersebut jangan sampai kekeringan. Penyiraman dilakukan setiap hari.


Cara Pemupukan, Pemupukan dilakukan setiap tanaman berumur 1 bulan. Pupuk yang digunakan adalah campuran urea 50 gram, TSP 45 gram dan KCL 40 gram. Pemupukan dilakukan dengan cara dibenamkan disekitar tanaman. Kemudian setiap 3 bulan sekali dilakukan pemupukan dengan menggunakan campuran pupuk urea 130 gram, TSP 90 gram dan KCL 40 gram per pohon. Selain diberikan pupuk buatan juga diberikan pupuk kandang sebanyak 5 – 6 kg/pohon setiap 6 bulan sekali.

Bibit Pepaya Sudah Dapat Dipindahkan Kekebun Pada Umur 2 – 3 Bulan.
Pemeliharaan. Pemeliharaan meliputi :
  1. Penyulaman. Setelah satu minggu sesudah tumbuh dikebun, dilakukan penyulaman bagi tanaman yang mati.
  2. Penyiraman disekitar tanaman. Pada saat ini juga dilakukan penggemburan tanah.
  3. Pengairan. Bila terjadi hujan terus menerus, usahakan jangan sampai ada air yang tergenang. Untuk itu perlu dibuatkan saluran pembuangan air.
Bibit pepaya yang dipindahkan dari tempat pembibitan tidak akan mempengaruhi kwalitas buahnya, asal bibit yang anda dapatkan benar-benar berasal dari bibit yang baik artinya yang sudah diseleksi. Kemudian untuk jarak tanam antara lubang tanaman yang satu dengan lubang tanam yang lain adalah 2 x 2 m sampai 3 x 3 m.

Demikian cara menamam pepaya dengan baik, selamat bertanam pepaya.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 172. Hal 72

Cara Bertanam Anggur


Syarat Tumbuh - Tanah tempat tumbuh tanaman anggur, harus subur dan pH tanahnya 6,5 – 7,0. Sedangkan ketinggian tempat antara 100 – 300 diatas permukaan laut. Selain itu, kalau hujan tidak turun tanaman anggur harus mendapat air banyak, bahkan perlu dileb (digenangi air) sampai mendapatkan air sebanyak paling tidak 20 liter per pohon per hari.

Bibit Anggur yang Baik - Bibit anggur harus dipilih yang sehat, subur dan segar. Bibit yang sudah diperoleh, tentu tdak langsung ditanam. Ada baiknya kalau tanaman ini, dipelihara dulu sebulan sampai dua bulan untuk disehatkan kondisinya.

Baca Juga : Cara Menanam Mlinjo Yang Baik

Persiapan bertanam
1. Menyiapkan Lubang Tanam
Lubang untuk bertanam anggur ukurannya 100 x 100 x 60 cm dan lubang tanam ini dibiarkan selama 2 – 3 minggu. Maksdunya supaya lubang tanam, dan tanah galian bisa diangin-anginkan dan terkena sinar matahari. Setelah 2 – 3 minggu, tanah galian bisa langsung diberikan campuran pupuk dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

2. Menutup Lubang Tanam
Setelah tanah galian diberi campuran pupuk dan pasir, tutup kembali dengan tanah galian atas dengan campuran pupuk dan pasir. Sedangkan tanah galian bawah, diratakan disekitar lubang yang sudah diurug. Kalau sudah beres semuanya, baru disiram dan seterusnya dibiarkan selama seminggu.

Penanaman Bibit dikebun
1. Penanaman Bibit
Waktu yang tepat untuk menanam tanaman anggur, sebaiknya pada akhir musim hujan. Mula-mula lubang tanam yang sudah diurug tadi dan sudah dibiarkan seminggu lamanya, digali kembali. Besarnya galian ini cukup seukuran dengan kantong bibit (Plastik). Waktu membuang kantong plastik harus hati-hati, jangan sampai akar rusak.

2. Jarak Tanam
Jarak tanam untuk anggur, tergantung dari rambatan yang mana yang dikehendaki. Kalau pakai rambatan bentuk T, biasanya dibuat 3 x 3 m. Kalau pakai rambatan para-para, dibuat 4 x 5 m, atau 3 x 7 m.

3. Pemberian Turus
Tanaman muda yang baru dikebunkan, memang masih lemah kekuatannya. Untuk itu, tanaman harus dijaga betul-betul supaya ia bisa bertahan hidup. Untuk itu perlu diberikan naungan dari dedaunan, anyaman daun kelapa kering. Selain itu, perlu juga diberikan rambatan yang sifatnya hanya sementara, yang terdiri dari kayu atau bambu yang tingginya 1,5 – 2 m. Kayu atau bambu ini ditancapkan pada tanaman tersebut.

Perawatan Tanaman
1. Penyiraman dan Pengeringan
Selesai menanam bibit (tanaman muda) langsung disiram dengan air sebanyak 0,5 – 1 blek atau sekitar 10 – 2- liter per pohon setiap hari. Jumlah air yang disiramkan ini, ditingkatkan menjadi 2 blek per pohon setiap hari, setelah tanaman berumur 4 bulan sejak dikebun. Penyiraman dihentikan sementara pada usia 3 – 5 minggu sebelum dipangkas. Pada umur 2 – 3 hari menjelang dipangkas, tanaman kembali disiram.

Banyaknya siraman kali ini menjadi 4 – 10 blek setiap hari per pohon. Tanaman anggur perlu disiram banyak-banyak menjelang dipangkas supaya bisa mendapatkan energy yang cukup guna menumbuhkan tunas baru. Pemberian air kembali dikurangi kalau tanaman sudah berbuah, kali ini jatah air tinggal 4 – 5 blek per hari per pohon, kira-kira 2 – 4 minggu sebelum pemanenan buah, pemberian air dihentikan atau setelah terlihat ada bedak pada kulit buah.

2. Pendangiran
Karena anggur sering disiram, maka bisa menyebaban tanah disekitarnya menjadi padat dan mengeras. Maka paling tidak sebulan sekali tanah harus didangir.

3. Pemupukan
Pada umur 0 – 1 bulan sejak penanaman diberi pupuk urea 10 gram per pohon dengan ditaburkan melingkari tanaman. Kemudian usia 3 – 6 bulan, urea dinaikkna menjadi 15 – 20 gram per pohon.
Pada umur 6 bulan, diberikan pupuk kandang sebanyak 6 blek per pohon. Selain itu, perlu ditambahkan TSP 100 gr dan ZK 100 gr.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 144. Hal 72

10 Maret 2019

Cara Menanam Mlinjo Yang Baik


Penanaman sebelum bibit mlinjo ditanam, perlu disiapkan terlebih dahulu lubang tanam dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 m. Tanah galian diletakkan disamping lubang. Tanah bagian bawah dipisahkan dengan tanah bagian atas. Sebelum tanah galian dimasukkan kembali kelubang tanah, perlu dicampur dengan pupuk kandang atau kompos. Sebulan sebelum tanam, tanah galian dimasukkan kembali, usahakan penanaman dilakukan pada awal musim hujan.

Baca Juga : Cara Budidaya Ayam Kampung

Pemeliharaan, Pemeliharaan tanaman ini terdiri dari :
1.    Pemupukan
Sebenarnya tanaman ini menuntut kesuburan tanah yang istimewa, namun pemberian pupuk secara rutin akan menambah produksi. Pada tanaman baru perlu diberikan pupuk kandang atau kompos. Pemupukan ini dapat dilakukan 2 kali setahun.

Caranya dengan menggali lubang sekitar batang. Selin pupuk kandang atau kompos bisa juga diberikan pupuk buatan. Sedangkan pupuk yang digunakan NPK atau campuran antara TSP, Urea, dan KCL. Pemupukan dapat diberikan dimusim hujan. Cara pemberian pupuk dengan menggali lubang melingkar disekitar batang.

2.    Pemberantasan Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman mlinjo biasanya tupai. Tapi serangan hama ini tidak berbahaya, karena binatang ini hanya makan kulit luar yang merah.

3.    Pemangkasan
Pemangkasan memang jarang dilakukan oleh petani. Namun pemangkasan ini banyak sekali manfaatnya.

Dengan pemangkasan dan pembentukan cabang, diharapkan tanaman mlinjo tidak terlalu tinggi, sehingga memudahkan pemungutan hasil. Selain itu pengontrolan terhadap serangan hama dan penyakit lebih mudah.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 189. Hal 72

Cara Budidaya Ayam Kampung


Permintaan daging ayam kampung yang cukup besar memberikan peluang bisnis yang menggiurkan untuk budidaya ayam kampung secara intensif. Ayam kampung biasa dibudidayakan oleh peternak di Indonesia dan mencari makan sendiri. Namun cara ini dipandang masih kurang bernilai ekonomis jika tujuan pemeliharaan untuk profit oriented. Oleh karena itu pola pemeliharaan ayam kampung secara intensif yang mendatangkan keuntungan sebagai sebuah bisnis. Agar usaha budidaya ayam kampung secara intensif dapat berhasil, diperlukan manajemen dan tata kelola yang baik dan benar. Berikut kami paparkan mulai dari cara pembuatan kandang, cara pemeliharaan, cara pemberian pakan, dan juga pemilihan bibit ayam kampung.

Cara Pembuatan Kandang
Kandang adalah tempat bagi ayam yang akan kita budidayakan. Fungsi untuk bermalam saja dan dapat pula sebagai tempat aktivitas sehari-hari hingga tiba masa jual. Yang harus diperhatikan dalam membuat kandang ayam adalah harus cukup mendapat sinar matahari, cukup mendapat angin atau udara segar serta ukurannya sesuai dengan jumlah ayam yang akan kita pelihara didalamanya (untuk tiap meter persegi untuk 6 ekor ayam dewassa atau 16 ekor ayam remaja atau 100 ekor anak ayam). Dalam membuat kandang tidak perlu mahal atau indah, cukup dari bahan-bahan sederhana seperti kayu, bambu, genting, papan dan lain-lain.

Baca Juga : Penyimpanan Bawang Merah

Yang penting kuat dan memenuhi syarat perkandangan. Sedangkan berdasar sistem lantainya maka kandang untuk ayam kampung dapat di bagi menjadi dua :
a.    Kandang sistem lantai litter. Kandang bertumpu pada tanah yang dipadatkan atau disemen lalu ditebarkan kulit padi pada lantai itu setebal 6 cm. Sistem ini banyak digunakan pada kandang ayam kampung serta bisa digunakan juga untuk anak ayam yang dipelihara induknya sendiri.
b.    Kandang dengan lantai cage. Kandang ini tidak bertumpu langsung pada tanah tapi disela dengan ruang penampung kotoran ayam dan setelah itu terdapat lantai bambu berlubang-lubang. Kandang model litter maupun cage dapat dibuat bertingkat.

Cara Pemeliharaan Ayam
Untuk pemeliharaan ayam sendiri pada dasarnya ada 3 cara :
a.  Pemeliharaan Extenif. Untuk cara yang pertama, kita cukup membiarkan ayam yang dipeliharanya untuk tetap hidup tanpa pertimbangan ekonomis.
b. Pemeliharaan Semi Intensif. Pada cara ini pemilik sudah mulai menerapkan pengetahuan untuk meningkatkan produksi ternaknya.
c. Pemeliharaan Intensif. Pemilik dalam hal ini sepenuhnya campur tangan sangat berperan dalam kehidupan ternaknya. Perhitungan ekonomis sangat diperhatikan sehingga keuntungan yang diperolehnya akan semakin besar.

Secara umum hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam pemelihararan ayam kampung antara lain :
a. Tujuan pemeliharaan (untuk diambil daging atau telurnya) yang berkaitan dengan jenis-jenis ayam yang dipelihara harus ditentukan lebih dahulu.
b.  Makanan dan pemberian makanan yang berhubungan erat dengan tingkat produktifitas ayam.
c. Penyakit dan cara pencegahan penyakit. Hal ini sangat penting karena umumnya kegagalan pemeliharaan ayam disebabkan karena adanya serangan penyakit-penyakit ayam yang ganas.
d. Pengelolaan hasil dan pengembangan usaha. Hal ini berkaitan dengan kemajuan usaha yang dilakukan dalam bidang peternakan ayam.

Cara Pemberian Makanan yang Baik
Ransum (bagian makanan  yang sudah ditentukan takarannya untuk setiap orang atau setiap ternak) ayam kampung sebenarnya bisa dibuat sendiri bisa juga membeli ransum jadi yang banyak dijual ditoko-toko peternakan. Ransum jadi untuk ayam ras juga bisa digunakan untuk ayam kampung. Sedangkan ransum buatan sendiri dapat mempergunakan formula berikut ini :

Sedang jumlah ransum yang diberikan dapat dibagi sebagai berikut :
a.    Umur ayam dalam minggu pertama sampai minggu ketiga 30 gram per ekor per hari.
b.    Umur ayam dalam minggu ketiga sampai minggu ke enam 60 gram per ekor per hari.
c.    Setelah itu jumlah ransum yang diberikan 80 gram per ekor per hari sampai menjelang bertelur.

Cara Pemilihan induk yang baik dan saat mengawinkannya
Pemilihan induk yang baik bisa dilihat dari :
a.    Bentuk  luar, sehat tegap, penampilannya lincah, gesit, mata bulat bening dan bercahaya, rongga perut elastis dan bulu mengkilap serta tidak ada cacat pada tubuhnya.
b.   Berdasarkan catatan, dipilih calon induk yang mempunyai pertumbuhan cepat, produksi telur tinggi, daya tetas tinggi dan tidak punya sifat suka mematuk temannya (kanibal).
Saat mengawinkan setelah ayam berumur  6 bulan dengan perbandingan 1 pejantan untuk 10 betina. Yang penting diperhatikan adalah mengistirahatkan pejantan selama 1 minggu dengan jalan memisahkan dari ayam betina setelah selama 1 bulan dicampur dengan ayam-ayam betina.




Sumber : Majalah Krida 15
Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter