0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

10 Februari 2019

Motto Pemalang IKHLAS


Untuk memberikan daya dorong (motivasi) bagi masyarakat Kabupaten Pemalang dalam melaksanakan pembangunan telah ditetapkan Motto Pembangunan dalam Perda Kabupaten Dati II Pemalang No. 11 Tahu 1990 dinyatakan “Motto Pembangunan Kabupaten Pemalang adalah IKHLAS”. Yang diundangan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Dati II Pemalang No. 6 tanggal 5 Maret 1991. Mottor Pemalang IKHLAS Mengandung arti bahwa seluruh warga Kabupaten Pemalang denga tulus hati, dengan hati bersih tanpa pamrih dan selalu percaya kepada kebesaran dan kemurahan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa serta berserah diri kepada-Nya (lillahi ta’ala) dalam melaksanakan pembangunan.

Baca Juga : Nama Pemalang IKHLAS

Mottor Pemalang IKHLAS kecuali mengandung pengertian sebagai berikut di atas juga merupakan singkatan dari Indah, Komukatif, Hijau, Lancar, Aman dan Sehat (arti akronimnya). Masing-masing kata mengandung arti sebagai berikut :
1.    INDAH
Mengandung arti cita-cita kehidupan yang elok, bagus, berharga, bernilai keindahan (estetika/artistik) sedap dipandang mata dirasakan dan diresapi lahir dan batin.

2.    KOMUNIKATIF
Mengandung arti cita-cita kehidupan yang terbuka, mudah berkomunikasi mudah diajak bicara, mudah dikenal, menyatu luluh terpadu dalam semua gerak pembangunan.

3.    HIJAU
Mengandung arti cita-cita kehidupan yang gemah ripah loh jinawi penuh dengan hamparan tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan, hijau royo-royo, damai dan tenang.

4.    LANCAR
Mengandung arti cita-cita kehidupan yang ingin selalu melangkah maju dengan mantap, tanpa ragu-ragu, bebas dari hambatan dan tekanan dari siapapun juga.

5.    AMAN
Mengandung arti cita-cita kehidupan yang tata tentrem lahir dan batin, tidak merasa takut atau khawatir, tidak ada ancaman atau rongrongan, serta menciptakan/mewujudkan daya tangkal yang kuat terhadapa semua ancaman, tantangan hambatan dan gangguan dari manapun.

6.    SEHAT
Mengandung arti-cita-cita kehidupan yang seimbang sehat jasmani, rokhani dan sosial serta masyarakat yang bersemangat tinggi dan bergairah untuk membangun. Sehat juga mengandung pengertian kesejahteraan lahir dan batin bagi warga masyarakat seluruhnya.

IKHLAS sebagai Motto Pembangunan dalam kegiatan pembangunan merupakan daya dorong (sumber motivasi) yang perlu diresapi dan dilaksanakan, baik oleh orang perseorangan,  kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian pula Motto Pebangunan ini perlu diresapi  dan dilaksanakan oleh aparatur pemerintahan di Kabupaten Pemalang yang terpancar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan.

Pada hakikatnya pembanguan di Kabupaten Pemalang adalah pembangunan manusia seutuhnya danmasyarakat seluruhnya, baik jasmani maupun rokhani, materiil maupun spiritual, lahir maupun bathin serta dunia akhirat. Oleh karena itu sukses tidaknya pembanguan di Kabupaten Pemalagn sangat tergantung kepada keikutsertaan (partisipasi) selurh warga masyarakat dan dedikasi aparatur pemerintahan di Kabupaten Pemalang serta keridhoan Tuhan Yang Maha Kuasa.


Sumber : Riwayat/Sejarah Pemalang. Digandakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kab. Pemalang tahun 2004

Nama Kabupaten Pemalang


Pemalang telah lama berkembang, dimulai dari himpunan pemukiman yang banyak tersebar pada ribuan tahun yang lalu. Bukti-bukti sejarah menunjukkan banyak peninggalan seperti artefak-artefak, bangunan prasejarah, punden-punden, makam kuno, tradisi cerita lisan dan sumber tertulis. Kesatuan pemukiman di Pemalang secara sosio historis berkembang sebselum menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap pada daerah pinggiran pantai, sunga-sungai (Comal, Waluh) daerah dataran, sekitar hutan dan pada daerah pegunungan. Adanya pemukiman awal perkembangan Pemalang ini berkaitan erat dengan sejumlah toponim di wilayah Pemalang seperti mengori, Lowaru, Plawangan, Kebondalem, Pagaran, sigeseng, Mereng, Gambuhan Cibolang dan sebagainya.


Pada sekita tahun 1575, Pemalang merupakan wilayah dengan nama “Babatan” kemudian berubah menjadi “Pemalang”. Nama Pemalang berasal dari katak Pepalang (Jawa) dengan kata dasar palang mendapat awalan “pe” yang artinya halangan atau rintangan. Kata palang berarti cegah, halang, rintang. Kata Pemalang juga berasal dari kata dasar “malang” (Jawa) artinya melintang, garis lurus. Dimaksudkan sebagai rintnagan atau halangan bagi yang tidak mematuhi, akan berbuat jahat, bermaksud tidak baik kepada Kabupaten Pemalang. Dilihat dari masuknya Agama Islam di Pemalang pada pertengahan Abad XX berarti juga sebagai batas/palang kekuasaanHindu beralih ke Islam.

Selain itu dihubungkan dengan asal fisiknya, nama Pemalang dihubungkan dengan sungai yang “malang” (Jawa) yaitu melintang dari timur ke barat, searah dengan pantai laut Jawa. Masyarakat Pemalang percaya bahwa “Kali” (sungai) yang “malang” (melintang) ini banyak terdapat di Pemalang, seperti di Desa Widuri (Kecamatan Pemalang), Desa Asemdoyong dan Desa Beji (Kecamatan Taman), Desa Petarukan (Kecamatan Petarukan) dan Desa Kecepit (Kecamatan Randudongkal) serta berbagai tempat lainnya. Dalam perkembangan selanjutnya, Pemalang dimaksudkan sebagai suatu wilayah yang terbentang antara Kabupaten Pekalongan (Timur) dengan Kabupaten Tegal (Barat) dan Kabupaten Banyumas/Purbalingga (Selatan) serta Laut Jawa (Utara).

Dalam artian wilayah yang lebih sempit, Pemalang sebagai nama untuk wilayah Ibukota Kabupaten Pemalang.


Sumber : Riwayat/Sejarah Pemalang. Digandakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kab. Pemalang tahun 2004

Pejabat Yang Memerintah Pemalang






1.    Pangeran Probo Koesoemo (Praboe Anom)    1565-1575 M
2.    Djinogo Hanjokro Koesomo (Daroei Ambjah)    1575-1599 M
3.    Djojo Negoro    1599-1618 M
4.   Tedjo Soemirat (Pangeran Sangkolo Boewono) alias Kyai Toemenggoeng Soerengrono Djogosoero    1618-1640 M
5.    Kalarekso Joedo Sembodo    1640-1648 M
6.    R. Soero Menggolo    1668-1678 M
7.    RM. Tjokro Sengkolo Joedo    1678-1705 M
8.    Praboe Soerjo Wasesa    1706-1723 M
9.    R. Soerojoedo Paninggaran alisa Kyai Toemonggoeng Setjowidjojo II Soemonegoro 1724-1752 M
10.    Soerjo Koesoemo    1753-1775 M
11.    R. Rekso Joedo Sembodo    1776-1789 M
12.    Pangeran Ronggojoedo        1789-1821 M
13.    Kg. A. Rekso Negoro (Kg. A. Reksodiningrat)    1821-1829 M
14.    Toemenggoeng Soemonegoro    1829-1858 M
15.    R. Adipati Notonegoro    1858-1859 M
16.    R. Toemenggoeng Soreo Hadinegoro    1859-1862 M
17.    R. Toemenggoeng Rekso Hadi Koesomo        1862-1879 M
18.    R. Toemenggoeng Rekso Negoro    1879-1897 M
19.    R. Toemenggoeng Soeroningrat        1897-1906 M
20.    R. M. Rekso Harjono    1906-1909 M
21.    R. Toemenggoeng Arjo Dinoto    1909-1918 M
22.    R. Toemenggoeng Soedoro Soero Hadikoesoemo    1918-1928 M
23.    R. M. Soemantri Reksodijiji    1928-1934 M
24.    R. Toemenggoeng Rahardjo Soero Hadikoesoemo    1934-1941 M
25.    R. Toemenggoeng Arjo Rahardjo    1941-1946 M
26.    Kyai Makmur    1946-1947 M
27.    Soewarno    1947-1948 M
28.    Kartono        1948-1950 M
29.    Mochtar    1950-1954 M
30.    Soemardi Tirto Soedirjo        1954-1957 M
31.    Machali        1957-1958 M
32.    R. Soedjatno Taroepradjoko    1958-1960 M
33.    R. Soemartojo        1960-1670 M
34.    Drs. Rifai Joesoef    1967-1972 M
35.    Drs. Soewarto    1972-1974 M
36.    Drs. Soedarmo    1974-1975 M
37.    H. Joesoep Achmadi    1975-1980 M
38.    Slamet Haryanto, BA    1980-1991 m
39.    Drs. Soewartono    1991-1996 M
40.    Drs. H. Munir    1996-2000 M
41.    H. M. Machroes, SH (Bupati) H. Mustaqim HU (Wk. Bupati)    2000-2005 M
42.    H. M. Machroes, SH (Bupati) H. M. Junaedi SH. MM (Wk. Bupati)        2005-2010 M
43.    H. M. Junaedi SH. MM (Bupati) Mukti Agung Wibowo, ST (Wk. Bupati)    2010-2015
44.    H. M. Junaedi SH. MM (Bupati) Drs. H. Martono (Wk. Bupati)    2015-2020



Sumber : Riwayat/Sejarah Pemalang. Digandakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kab. Pemalang tahun 2004

20 Januari 2019

Meningkatkan Produktivitas Tanaman Cabai Dengan Pemangkasan Bibit


Pengembangkan teknik dan teknologi dalam meningkatkan produktivitas produksi pertanian sudah banyak sekali dilakukan. Salah satunya adalah untuk meningkatkan hasil produkvitas tanaman cabai kini sudah bermacam-macam caranya. Inovasi dalam meningkatkan produktivitas adalah dengan pemangkasan bibit tanaman cabai yang kini mulai dilakukan. Teknik ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan mempunyai beberapa keunggulan.


Kemampuan regenerasi sel yang sangat tinggi dari bibit tanaman cabai yang masih berusia sangat muda, menjadikan hal ini  alasan dilakukannya pemotongan bibit tanaman. Dengan tingkat regenerasi yang masih sangat tinggi tersebut apabila tanaman dilakukan pemangkasan akan menghasilkan cabang baru yang jumlahnya dua cabang. Disertai dengan perawatan yang tepat serta ketersediaan nutrisi tanaman maka keuda cabang tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara normal layaknya dua tanaman cabai. Produktivitasnya juga akan meningkat seiring dengan tanaman yang memiliki cabang banyak.

Bagaimana cara pemotongan bibit tanaman cabai ini dilakukan, mari kita simak bersama-sama prosedur pemotongannya :

Cara Pemangkasan Bibit Cabai :
  1. Bibit tanaman cabai harus dalam usia sangat muda yakni kurang dari 8 hari, dan masih di dalam polybag.
  2. Pemangkasan dilakukan 4 mm diatas daun lembaga (daun yang pertama kali muncul)
  3. Alat yang digunakan adalah pemotong kuku dan pastikan pemotong kuku tajam, steril dan bersih. Pemotongan hanya menyisakan dua daun lembaga.
  4. Setelah selesai pemangkasan lakukan penyemprotan fungisida, hal ini bertujuan agar bekas potongan tidak terinveksi oleh penyakit ataupun jamur.
  5. Setelah tanaman mempunyai lima helai daun atau kira-kira tiga minggu, bibit siap dipindah ke lahan.
Keunggulan Pemangkasan Tanaman Yang Dilakukan :
  1. Produktivitas meningkat dikarnakan memiliki dua batang utama.
  2. Tanaman lebih kebal terhadap serangan hama dan penyakit terutama busuk batang bawah dan bercak daun.
  3. Cabai yang dihasilkan berkualitas bagus.
  4. Tanaman tidak tumbuh tinggi
Kelemahan Pemangkasan Tanaman adalah :
  1. Tanaman akan lebih rimbun, sehingga penyakit dan hama akan mudah berkembang.
  2. Memerlukan perawatan dan pemupukan yang lebih banyak.

Demikian teknik dalam meningkatakan produktivitas tanaman cabai semoga bermanfaat.


Sumber : http://gempitanews.com/detailpost/pemangkasan-bibit-tanaman-cabai-untuk-meningkatkan-produktivitas

Luka Bakar, Jangan Gunakan Pasta Gigi untuk Obat, Gunakan Cara Ini


Jika anda mengolesi luka bakar menggunakan pas gigi maka luka tersebut bisa langsung bersentuhan dengan kuman yang bisa saja terdapat pada pasta gigi. Biasanya luka bakar sering terjadi karena ketidaksengajaan menyentuh benda yang memiliki suhu cukup panas seperti kenalpot motor maupun tersiram air mendidih. Walaupun biasanya memiliki tinggkatan luka yang bisa dikatakan ringan, akan tetapi untuk mengatasi masalah luka bakar tentunya juga memerlukan penanganan yang tepat. 

Sedang pas gigi mengandung zat pemutih pewarna zat-zat lain yang justru dapat membahayakan dan menimbulkan infeksi baru pada luka bakar tersebut. Selain itu juga mengoles luka bakar dengan menggunakan pasta gigi juga dapat menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh yang terkena luka bakar. Nah dari pada kita mengambil resiko dengan menggunakan bahan yang belum teruji kebenarannya lebih baik kita mengatasi luka bakar dengan berbagai cara yang ada disekitar kita. Mari kita simak bersama-sama.


Kunyit dan Air Kelapa
Selain lidah buaya kita juga dapat menggunakan ramuan yang terbuat dari kunyit dan juga kelapa. Keduanya akan mendinginkan kulit dan juga dapat mencegah timbulnya bekas pada luka bakar. Caranya ambil satu sendok bubuk kunyit dan masukkan ke dalam air kelapa secukupnya. Tambahkan air kapur sirih lalu terapkan pada luka bakar dengan cara mengoleskannya. Tinggal diulangi hingga sembuh.

Dinginkan Kulit yang Mengalami Luka Bakar Menggunakan Air Mengalir
Saat bagian tubuh kita yang terkena luka bakar siram selurh permukaan kulit yang terbakar itu menggunakan air kran selama 10-20 menit. Bila tidak ada air kran bisa juga menggunakan gayung yang disiram secara bertahap. Hindari menggunakan es batu agar tidak memperdalam luka bakar akibat perubahan suhu yang ekstrim sebagai efek dari es batu tersebut.


Gunakan Lidah Buaya
Jika kita atau tetangga anda memiliki tanaman lidah buaya maka anda bisa menggunakannya untuk mengatasi luka bakar. Caranya dengan mengambil gel yang ada di dalamnya sebagai salep dengan terlebih dahulu mencuci lidah buaya hingga bersih. Gel lidah buaya ini akan membantu mendinginkan rasa panas di kulit dan juga sekaligus menurunkan rasa sakit. Hal tersebut dikarenakan kandungan saponin flavonoid tanin dan juga plifenol. Gel lidah buaya juga dapat memberikan manfaat berupa antiseptik untuk mencegah infeksi, pembersih lukan dan sekaligus mengobati luka.


Sumber : http://vevnews.blogspot.co.id/2015/10/jangan-gunakan-pasta-gigi-untuk.html

12 Januari 2019

Cara Bertanam Lombok Hot Beauty


Lombok hot beauty merupakan jenis lombok baru yang berasal dari Taiwan. Jenis ini mungkin belum banyak yang mengenal jenis lombok hibdirda ini. Jenis lombok ini produksinya lebih besar dibanding dengan lombok biasa. Produsknya bisa mencapai 30 ton per Ha. Keistimewaan dari lombok hot beauty adalah ukuran buahnya lebih besar dan daya kesegaran buahnya lebih lama dibanding dengan lombok biasa.

Cara bertanam lombok jenis ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan lombok biasa. Cuman bedanya lombok hot beauty harus dilakukan lebih intensif antara lain dengan menggunakan mulsa plastik.

Baca Juga : Cara Menyimpan Bawang Merah

Syarat Tumbuh
Tanaman  lombok beauty paling ditanam pada daerah dengan ketinggian 500 meter diatas permukaan laut dengan keasaman pH tanah yang baik 5 – 5,7.

Pembuatan Bedengan
Siapkan lahan yang akan ditanami lombok, dengan cara membersihkan lahan. Kemudian dibajak dan digaru sampai lembut. Selanjutnya buat bedengan dengan ukuran tinggi 40 cm. Lebar 1 m dan panjang 6 – 8 m. Antara satu bedengan dengan bedengan yang lainnya di pisahkan oleh saluran selebar 40 cm. Berikan pupuk kandang atau kompos per Ha nya kurang lebih 15 ton. Diatas pupuk kandang ditaburi urea atau ZA, TSP, dan 30 gram KCL per meter persegi. Kemudian ditaburi lagi dengan furadan dan kapur pertanian (dolomit). Jumlah kapur yang diberikan tergantung dari pH tanah. Makin rendah pHnya makin banyak kapur yang digunakan.

Menyiapkan Bibit
Media pesemaian yang digunakan berupa campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. Kemudian campuran tanah ini dimasukkan dalam polybag dengan ukuran 12 x 8 cm dan semaikan 2 benih kedalam 1 polybag, pemupukan dilakukan dengan jarak 5 – 10 cm dari batang. Buat 2 – 3 lubang dan masukkan pupuk yang telah disiapkan kemudian ditutup dengan tanah dan disiram.

Benih sudah mulai berkecambah pada hari ke 8 – 12. Setiap 4 hari sekali bibit disemprot dengan insektisida dan fungisida. Setelah umur 20 – 25 hari bibit sudah bisa ditanam dilahan yang sudah disiapkan.

Penanaman
Sebelum dilakukan penanaman, plastik mulsa diberi lubang dengan ukuran 10 x 10 cm. Pada lubang ini lalu dibuat lubang tanam dan bibit bisa langsung ditanam dengan jarak tanam 50 x 60 cm. Lahan kemudian diairi hingga saluran antar bedengan tergenang, tapi tidak sampai mengenang bedengan.

Pemeliharaan
1.    Pemupukan
Untuk pemupukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

2.    Penyiraman
Penyiraman dilakukan dengan mengairi bedengan melalui saluran dikiri-kanannya atau bisa juga menyiram langsung.

3.    Pengendalian Hama dan Penyakit.
Penyemprotan insektisida dan fungisida dilakukan seminggu sekali secara bergantian. Pada musim hujan larutan pestisida diberi zat perekat agristik atau jenis lainnya agar butir-butir semprotan tidak mudah hanyut oleh guyuran air hujan.

Masa panen
Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 75 hari. Dan panen berikutnya dilakukan setiap 2 hari sekali. Panen dapat dilakukan sampai 30 kali.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 185
Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter