0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

20 Januari 2019

Meningkatkan Produktivitas Tanaman Cabai Dengan Pemangkasan Bibit


Pengembangkan teknik dan teknologi dalam meningkatkan produktivitas produksi pertanian sudah banyak sekali dilakukan. Salah satunya adalah untuk meningkatkan hasil produkvitas tanaman cabai kini sudah bermacam-macam caranya. Inovasi dalam meningkatkan produktivitas adalah dengan pemangkasan bibit tanaman cabai yang kini mulai dilakukan. Teknik ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan mempunyai beberapa keunggulan.


Kemampuan regenerasi sel yang sangat tinggi dari bibit tanaman cabai yang masih berusia sangat muda, menjadikan hal ini  alasan dilakukannya pemotongan bibit tanaman. Dengan tingkat regenerasi yang masih sangat tinggi tersebut apabila tanaman dilakukan pemangkasan akan menghasilkan cabang baru yang jumlahnya dua cabang. Disertai dengan perawatan yang tepat serta ketersediaan nutrisi tanaman maka keuda cabang tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara normal layaknya dua tanaman cabai. Produktivitasnya juga akan meningkat seiring dengan tanaman yang memiliki cabang banyak.

Bagaimana cara pemotongan bibit tanaman cabai ini dilakukan, mari kita simak bersama-sama prosedur pemotongannya :

Cara Pemangkasan Bibit Cabai :
  1. Bibit tanaman cabai harus dalam usia sangat muda yakni kurang dari 8 hari, dan masih di dalam polybag.
  2. Pemangkasan dilakukan 4 mm diatas daun lembaga (daun yang pertama kali muncul)
  3. Alat yang digunakan adalah pemotong kuku dan pastikan pemotong kuku tajam, steril dan bersih. Pemotongan hanya menyisakan dua daun lembaga.
  4. Setelah selesai pemangkasan lakukan penyemprotan fungisida, hal ini bertujuan agar bekas potongan tidak terinveksi oleh penyakit ataupun jamur.
  5. Setelah tanaman mempunyai lima helai daun atau kira-kira tiga minggu, bibit siap dipindah ke lahan.
Keunggulan Pemangkasan Tanaman Yang Dilakukan :
  1. Produktivitas meningkat dikarnakan memiliki dua batang utama.
  2. Tanaman lebih kebal terhadap serangan hama dan penyakit terutama busuk batang bawah dan bercak daun.
  3. Cabai yang dihasilkan berkualitas bagus.
  4. Tanaman tidak tumbuh tinggi
Kelemahan Pemangkasan Tanaman adalah :
  1. Tanaman akan lebih rimbun, sehingga penyakit dan hama akan mudah berkembang.
  2. Memerlukan perawatan dan pemupukan yang lebih banyak.

Demikian teknik dalam meningkatakan produktivitas tanaman cabai semoga bermanfaat.


Sumber : http://gempitanews.com/detailpost/pemangkasan-bibit-tanaman-cabai-untuk-meningkatkan-produktivitas

Luka Bakar, Jangan Gunakan Pasta Gigi untuk Obat, Gunakan Cara Ini


Jika anda mengolesi luka bakar menggunakan pas gigi maka luka tersebut bisa langsung bersentuhan dengan kuman yang bisa saja terdapat pada pasta gigi. Biasanya luka bakar sering terjadi karena ketidaksengajaan menyentuh benda yang memiliki suhu cukup panas seperti kenalpot motor maupun tersiram air mendidih. Walaupun biasanya memiliki tinggkatan luka yang bisa dikatakan ringan, akan tetapi untuk mengatasi masalah luka bakar tentunya juga memerlukan penanganan yang tepat. 

Sedang pas gigi mengandung zat pemutih pewarna zat-zat lain yang justru dapat membahayakan dan menimbulkan infeksi baru pada luka bakar tersebut. Selain itu juga mengoles luka bakar dengan menggunakan pasta gigi juga dapat menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh yang terkena luka bakar. Nah dari pada kita mengambil resiko dengan menggunakan bahan yang belum teruji kebenarannya lebih baik kita mengatasi luka bakar dengan berbagai cara yang ada disekitar kita. Mari kita simak bersama-sama.


Kunyit dan Air Kelapa
Selain lidah buaya kita juga dapat menggunakan ramuan yang terbuat dari kunyit dan juga kelapa. Keduanya akan mendinginkan kulit dan juga dapat mencegah timbulnya bekas pada luka bakar. Caranya ambil satu sendok bubuk kunyit dan masukkan ke dalam air kelapa secukupnya. Tambahkan air kapur sirih lalu terapkan pada luka bakar dengan cara mengoleskannya. Tinggal diulangi hingga sembuh.

Dinginkan Kulit yang Mengalami Luka Bakar Menggunakan Air Mengalir
Saat bagian tubuh kita yang terkena luka bakar siram selurh permukaan kulit yang terbakar itu menggunakan air kran selama 10-20 menit. Bila tidak ada air kran bisa juga menggunakan gayung yang disiram secara bertahap. Hindari menggunakan es batu agar tidak memperdalam luka bakar akibat perubahan suhu yang ekstrim sebagai efek dari es batu tersebut.


Gunakan Lidah Buaya
Jika kita atau tetangga anda memiliki tanaman lidah buaya maka anda bisa menggunakannya untuk mengatasi luka bakar. Caranya dengan mengambil gel yang ada di dalamnya sebagai salep dengan terlebih dahulu mencuci lidah buaya hingga bersih. Gel lidah buaya ini akan membantu mendinginkan rasa panas di kulit dan juga sekaligus menurunkan rasa sakit. Hal tersebut dikarenakan kandungan saponin flavonoid tanin dan juga plifenol. Gel lidah buaya juga dapat memberikan manfaat berupa antiseptik untuk mencegah infeksi, pembersih lukan dan sekaligus mengobati luka.


Sumber : http://vevnews.blogspot.co.id/2015/10/jangan-gunakan-pasta-gigi-untuk.html

12 Januari 2019

Cara Bertanam Lombok Hot Beauty


Lombok hot beauty merupakan jenis lombok baru yang berasal dari Taiwan. Jenis ini mungkin belum banyak yang mengenal jenis lombok hibdirda ini. Jenis lombok ini produksinya lebih besar dibanding dengan lombok biasa. Produsknya bisa mencapai 30 ton per Ha. Keistimewaan dari lombok hot beauty adalah ukuran buahnya lebih besar dan daya kesegaran buahnya lebih lama dibanding dengan lombok biasa.

Cara bertanam lombok jenis ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan lombok biasa. Cuman bedanya lombok hot beauty harus dilakukan lebih intensif antara lain dengan menggunakan mulsa plastik.

Baca Juga : Cara Menyimpan Bawang Merah

Syarat Tumbuh
Tanaman  lombok beauty paling ditanam pada daerah dengan ketinggian 500 meter diatas permukaan laut dengan keasaman pH tanah yang baik 5 – 5,7.

Pembuatan Bedengan
Siapkan lahan yang akan ditanami lombok, dengan cara membersihkan lahan. Kemudian dibajak dan digaru sampai lembut. Selanjutnya buat bedengan dengan ukuran tinggi 40 cm. Lebar 1 m dan panjang 6 – 8 m. Antara satu bedengan dengan bedengan yang lainnya di pisahkan oleh saluran selebar 40 cm. Berikan pupuk kandang atau kompos per Ha nya kurang lebih 15 ton. Diatas pupuk kandang ditaburi urea atau ZA, TSP, dan 30 gram KCL per meter persegi. Kemudian ditaburi lagi dengan furadan dan kapur pertanian (dolomit). Jumlah kapur yang diberikan tergantung dari pH tanah. Makin rendah pHnya makin banyak kapur yang digunakan.

Menyiapkan Bibit
Media pesemaian yang digunakan berupa campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. Kemudian campuran tanah ini dimasukkan dalam polybag dengan ukuran 12 x 8 cm dan semaikan 2 benih kedalam 1 polybag, pemupukan dilakukan dengan jarak 5 – 10 cm dari batang. Buat 2 – 3 lubang dan masukkan pupuk yang telah disiapkan kemudian ditutup dengan tanah dan disiram.

Benih sudah mulai berkecambah pada hari ke 8 – 12. Setiap 4 hari sekali bibit disemprot dengan insektisida dan fungisida. Setelah umur 20 – 25 hari bibit sudah bisa ditanam dilahan yang sudah disiapkan.

Penanaman
Sebelum dilakukan penanaman, plastik mulsa diberi lubang dengan ukuran 10 x 10 cm. Pada lubang ini lalu dibuat lubang tanam dan bibit bisa langsung ditanam dengan jarak tanam 50 x 60 cm. Lahan kemudian diairi hingga saluran antar bedengan tergenang, tapi tidak sampai mengenang bedengan.

Pemeliharaan
1.    Pemupukan
Untuk pemupukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

2.    Penyiraman
Penyiraman dilakukan dengan mengairi bedengan melalui saluran dikiri-kanannya atau bisa juga menyiram langsung.

3.    Pengendalian Hama dan Penyakit.
Penyemprotan insektisida dan fungisida dilakukan seminggu sekali secara bergantian. Pada musim hujan larutan pestisida diberi zat perekat agristik atau jenis lainnya agar butir-butir semprotan tidak mudah hanyut oleh guyuran air hujan.

Masa panen
Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 75 hari. Dan panen berikutnya dilakukan setiap 2 hari sekali. Panen dapat dilakukan sampai 30 kali.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 185

Cara Menyimpan Bawang Merah


Jika anda menyimpan bawang merah dengan maksud untuk bibit pada waktu musim tanam yang akan datang. Tetapi pada saat pengambilan bibit bawang banyak yang mengalami rusak (kropos dalam bahasa Jawa).

Baca Juga : Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Banglarangan

Terlebih lagi bobot dari bawang merah mengalami penyusutan, padahal pada saat anda melakukan panen dalam kondisi yang cukup tua. Maka pas banget dengan tips dibawah ini yang mengulas cara menyimpan bawah merah dengan baik, mari kita simak bersama.

1. Cara menyimpan bawang merah yang baik, dan tidak banyak mengalami penyusutan bobot adalah seabagi berikut :
•    Digantung ditempat yang teduh, kering dan sirkulasi udara baik (terbuka).
•    Suhu menyimpan 26º - 29º C.
•    Kelembaban penyimpanan 65 – 70 %.
•    Kesegaran umbi bisa mencapai 6 – 8 bulan.

2. Kadar Keseimbangan air bawang merah kurang lebih 80%.
Dapat kami tambahan disamping cara tersebut diatas perlu diperhatikan pada saat panenan yaitu :
•    Panenlah bawang merah yang telah cukup tua biasanya pada umur 60 – 70 hari didataran rendah, sedang di dataran tinggi dapat mencapai umur 80 – 100 hari.
•    Tanaman dipanen setelah terlihat tanda-tanda leher batang 70 – 8 % keras dan daun menguning.
•    Dilaksanakan pada keadaan tanah kering dan cuaca yang cerah.


Semoga tips diatas bisa bermanfaat.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 174

5 Januari 2019

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Banglarangan


Berdasarkan surat keputusan camat ampelgading nomor : 1441/85/TAHUN 2018, tentang peresmian pengakatan anggota badan permusyawaratan desa banglarangan kecamatan ampelgading kabupaten pemalang periode 2018-2024. Surat keputusan tersebut dikeluarkan atas dasar surat kepala desa banglarangan nomor 144.1/ /XI/2018 tangal 1 nopember 2018 perihal usulan pengesahan calon anggota BPD desa banglarangan. Menimbang ketentuan pasal 14 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016, disebutkan bahwa peresmian anggota badan permusyawaran desa ditetapkan dengan keputusan Bupati paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya laporan hasil pemilihan anggota BPD dari kepala desa.

Baca Juga : Bertanam Kunyit


Maka pada tanggal 29 (dua puluh sembilan) nopember 2018. Anggota badan permusyawaratan desa, secara serentak diambil sumpah atau janji oleh camat ampelgading Drs. Mulyanto, M.AP di pendopo kecamatan ampelgading. Pengangkatan anggota permusyawaran desa didasarkan pada Undang-Undang nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan daerah-daerah kabupaten dalam lingkungan propinsi jawa tengah. Undang-Undanga nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan seterusnya. Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam pengawasan penyelenggaraan pemerintah desa sebagai unsur dari fungsi BPD yang menampung dan menyalurkan aspirsi masyarakat. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa pasal 61 bahwa BPD berhak :
  1. Mengawasi dan meminta keterangan tentang penyelenggaraan Pemerintah Desa kepada Pemerintah Desa
  2. Menyatakan pendapat atas penyelenggaraan Pemerintah Desa, Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa; dan
  3. Mendapatakan biaya operational pelaksanaan tugas dan fungsinya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa

Adapun jumlah anggota badan permusyawaratan desa ditentukan berdasarkan jumlah penduduk desa yang bersangkutan, dalam hal ini khusus desa banglarangan jumlah anggota bpd berjumlah 5 (lima) orang. Hal ini didasarkan pada jumlah penduduk desa dengan rincian sebagai berikut :
  1. Jumlah penduduk desa sampai dengan 1.500 jiwa, jumlah anggota BPD sebanyak 5 (lima) orang.
  2. Jumlah penduduk desa antara 1.501 sampai dengan 2.000 jiwa anggota BPD sebanyak 7 (tujuh) orang.
  3. Jumlah penduduk desa antara 2.001 sampai dengan 2.500 jiwa, jumlah anggota BPD sebanyak 9 (Sembilan) orang.
  4. Jumlah penduduk desa antara 2.501 sampai dengan 3.000 jiwa, jumlah anggota BPD sebanyak 11 (sebelas) orang.
  5. Jumlah penduduk lebih dari 3.000 jiwa, jumlah anggota BPD sebanyak 13 (tiga belas) orang.
Berikut Anggota Badan Permusyawaratan Desa Banglarangan Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang Periode 2018-2024 :

1.    Teguh Purnomo, S.Pd M, Si
Tempat Tanggal Lahir Pemalang, 01 September 1968
Pendidikan Sarjana (S2)
Pekerjaan PNS
Alamat Dusun I RT 03 RW 01

2.    Heri Puji Santoso S.Pd
Tempat Tanggal Lahir Pemalang, 29 Juni 1975
Pendidikan Sarjana (S1)
Pekerjaan Wiraswasta
Alamat Dusun I RT 05 RW 02

3.    Fandi Firmansyah, A. Md
Tempat Tinggal Lahir Pemalang, 29 Desember 1984
Pendidikan Diploma (III)
Pekerjaan Wiraswasta
Alamat Dusun I RT 10 RW 03

4.    H. Abdul Hakim
Tempat Tanggal Lahir Pemalang, 07 Januari 1976
Pendidikan SLTA
Pekerjaan Pedagang
Alamat Dusun II RT 11 RW 04

5.    Wahyuning Candra Kartika, S.Pd
Tempat Tanggal Lahir Pemalang, 23 Maret 1976
Pendidikan Sarjana (S1)
Pekerjaan Mengurus Rumah Tangga
Alamat Dusun II RT 15 RW 05

Sumber : Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh Ester Juita Punu

Bertanam Kunyit



Pemilihan Bibit, Tanaman ini dikembang biakkan dari tunas-tunas yang keluar dari rimpangnya. Sedangkan pemilihan rimpang untuk bibit dapat diperoleh dari pohonnya yang sudah tua.

Pembibitan dari  rimpang ada 2 cara yaitu :
Rimpang yang segar dipotng-potng langsung ditanam. Atau rimpang tersebut disimpan dahulu sampai keluar tunasnya. Lama penyimpanan bibit antara 1 – 2 minggu.

Baca Juga : Nama Latin Buah-Buahan, Sayuran dan Apotik Hidup

a.    Penanaman
Penanaman dilakukan pada awal musim hujan. Sedangkan untuk jarak tanamannya 20 x 15 cm. Penanaman cara tumpang sari (campuran) jarak tanamnya bisa beragam, tergantung dari jenis dan jarak tanam-tanaman yang dicampurinya. Tetapi untuk pedoman secara umum adalah 60 x 40 cm. Cara penanaman yang baik dengan meletakkan bibit pada lubang tanam sedalam 5 cm. Kedalam ini merupakan faktor yang turut menentukan dalam pembentukan rimpang yang baik. Apabila penanaman terlalu dangkal, hasil rimpangnya akan jelek, bahkan tanaman tersebut tumbuh akar yang tidak berguna

b.    Pemupukan
Pemupukan pertama, dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam dengan menggunakan pupuk urea sebanyak 75 kg per Ha, sedang pemupukan kedua, dilakukan pada umur 3 bulan, dan pada saat itu juga dilakukan penggemburan tanah disekitar rumpun. Pemberian pupuk bisa ditaburkan disekitar rumpun, atau sejajar dengan barisan, kemudian ditutup dengan tanah.

c.    Pemanenan
Panen sudah dapat dilakukan pada umur 8 – 10 bulan atau bisa dilihat bila daun tanaman sudah mulai menguning. Cara memanen dapat dilakukan dengan membongkar seluruh rumpunnya dengan menggunakan cangkul.

Cara Pemasarannya
Untuk pemasaran ada 2 macam :
Pertama, dalam bentuk segar. Penanganannya sebagai berikut : setelah umbi dan rimpang dipanen, tanah atau semua kotoran yang melekat dibersihkan. Caranya, cukup dicuci pakai air bersih dikolam-kolam atau sungai. Kemudian bisa langsung dipasarkan.

Kedua, dalam bentuk kering. Penangananya sebagai berikut : rimpang yang sudah dibersihkan direndam kedalam air mendidik selama beberapa menit, kemudian ditiriskan dan diiris tipis. Irisan umbi ini langsung dijemur, tetapi sebaiknya direndam dalam air kapur dulu 2% selama beberapa jam, baru dijemur.

Penjemuran sampai benar-benar kering, kira-kira kadar airnya 18%. Setelah kering bisa dipak dalam karung atau kotak kayu, dan siap dipasarkan kepabrik jamu atau pedagang pengumpul.
Demikian ulasan sedikit cara bertanam kunyi, selamat bertanam kunyit.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 173
Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter