17 APRIL 1960

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

22 April 2019

Makna Lambang Kabupaten Pemalang


Sebagian besar Warga Kabupaten Pemalang tentu sudah paham dengan lambang daerahnya. Namun hanya sedikit yang mengerti arti lambang daerah tersebut. Lambang Kabupaten Pemalang terdiri dari lambang berbentuk kurdi-pertala segi lima, bintang, pengapit lambang, nama daerah dan lampu pedalangan. Kelima bagian tersebut disusun sedemikian rupa hingga nama daerah terletak diantara daun lambang dengan lampu blencong /  pedalangan, kesemuannya ada didalam perisai wadah.


Berdasarkan ketetapan DPRD Gotong Royong Kabupaten Pemalang tertanggal 1 Juni 1968 tentang Penetapan Bentuk dan Arti Lambang Daerah Kabupaten Pemalang, Lambang Daerah Kabupaten Pemalang mempunyai arti tersendiri. Bentuk Kurdi-Pertala (Kendi dari tanah) berbentuk dasar segilima, melambangkan dasar falsafah negara, yaitu Pancasila. Bintang bersudut lima berwarna kuning emas melambangkan kepercayaan rakyat Kabupaten Pemalang terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kubah berwarna biru melambangkan keimanan dan ketaqwaan rakyat Pemalang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bambu Runcing melambangkan kepahlawanan dan kesatriaan rakyat Pemalang. Gunung (Gunung Slamet) adalah suatu ciri yang khusus bagi Kabupaten Pemalang karena gunung slamet meruapakan satu-satunya gunung di Pemalang. Pegunungan (bentuk benteng atau tangga-tangga) melambangkan keadaan alamaiah daerah Pemalang. Di dalamnya terkandung hasil-hasil hutan antara lain glagah arjuna, jati dan pohon pinus sebagai komoditi ekspor. Garis horizontal berwarna putih melambangkan batas antara daerah datar dan pegunungan.

Pohon beringin melambangkan suatu pengayoman dari Pemerintah Daerah terhadap rakyatnya. Dua lidah api yang berpadu dengan Bambu Runcing yang merupakan satu rangkaian tunggal melambangkan kepahlawanan dalam mempertahankan Bumi Pertiwi dari Imperialisme /  kolonialisme. Dua Bilah Keris dengan bentuk yang sama besarnya dengan ujung ke atas melambangkan kesatriaan patriot-patriot Pemalang dalam sejarah perjuangan, serta menggambarkan peninggalan sejarah kebudayaan yang tinggi. Dua pusaka tersebut (Kyai Sitapak dan Kyai Simonglang) yang sama besarnya memancar melalui sebelah bawah membelok ke atas di belakang dengan lidah api merah menyala ke atas dengan  pesisir kuning.

Berarti rakyat Pemalang selalu mempunyai semangat perjuangan yang menyala-nyala. Layar Perahu melambangkan kemudi alam dengan sifat terpimpin dalam arus gelombang yang mencoba menggulingkan “Struggle for life” namun layar tetap tegak berkembang melawan hempasan gelombang dan derunya angin yang meniup kencang. Perahu melambangkan sifat-sifat kebahariawan. Merupakan kejayaan di lautan yang dimiliki rakyat Pemalang. Laut Bergelombang (tiga buah) melambangkan bahwa sifat rakyat Pemalang selalu bergerak maju mengikuti program Pemerintah untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

Arus laut suatu saat tenang dan bergelombang di saat lain, mencerminkan watak rakyat Pemalang yang selalu tenang dan bergerak dalam sejarah perjuangan. Padi dan Kapas melambangkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Perpaduan dari bintang, padi dan kapas melambangkan hari depan rakyat Pemalang dalam menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa, berdasarkan Pancasila. Jumlah kapas 17 (tujuh belas) buah, Api yang berlidah 8 (delapan), dan Padi berbulir 45 (empat puluh lima) melambangkan hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Sedangkan Blencong (lampu pedalangan) melambangkan keindahan seni dan budaya terutama dengan motif Wayang Kulit ataupun dengan motif Gajah Mada sekaligus merupakan penerangan dan penyebaran agama.

Lambang Daerah Kabupaten Pemalang diciptakan oleh Waluyo, mantan Kasubbag Umum Setwan. Sebelumnya pada tahun 1967-1969 ketika dirinya mengikuti Pendidikan Keuangan P3KM DepKeu di Semarang, mendapat edaran tentang lomba logo Kabupaten Pemalang. Merasa tertarik kemudian mengirimkan 2 (dua) gambar. Rupanya dia tidak sendiri, 65 (enam puluh lima) orang peserta mulai mendaftar. Setelah diambil lima finalis, akhirnya ia terpilih sebagai pemenangnya.



Sumber : Riwayat/Sejarah Pemalang. Digandakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kab. Pemalang tahun 2004

14 April 2019

Tips Membuat Pakan Lele dari Dedak Bekatul


Jika anda budidaya lele dan menggunakan pakan pelet yang banyak dijual dipasaran tentu akan mengeluh dimana harga pakan lele yang sedikit mahal. Padahal konsumsi pelet untuk lele dalam jumlah 400 ekor hanya berkisar 12 hari. Karna semakin besar lele akan semakin banyak dalam mengkonsumsi makanan. Jika kita tidak mensiasati hal tersebut akan cukup merepotkan dalam pembelian.

Baca Juga : Tanaman Bonsai

Berdasarkan pengalaman penulis diperlukan adanya pakan lele alternatif yang bisa kita buat sendiri, manfaat dari pakan lele alternatif disamping membuat lele cepat panen dan cepat berkembang juga menghemat anggaran. Tidak ada salahnya patut kita coba membuat pakan lele alternatif menggunakan bahan disekitar kita seperti dedak bekatul.  Dedak bekatul sendiri adalah pakan yang dibuat hanya untuk unggas saja, tetapi dalam perkembangannya masyarakat sudah memiliki kemampuan untuk meramu sendiri pakan lele dengan bahan dedak bekatul.
Persiapan pembuatan pakan :
  1. Persiapkan dedak bekatul sebanyak 5 kg
  2. Garam dapur sebanyak 5 sdm
  3. Minyak sayur secukupnya
  4. Pelet ikan sebanyak 2,5 kg
  5. Air bersih 5 liter
Cara pembuatan pakan Alternatif Lele
Setelah bahan sudah disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembuatan pakan alternatif seperti dibawah ini :
  1. Campurkan semua bahan yang sudah disiapkan tadi seperti, dedak, garam dapur, pelet ikan dan juga air bersih kedalam panci besar untuk perebusan.
  2. Aduk hingga rata dan rebus hingga berwarna kecoklatan tua.
  3. Tunggu hingga 1 jam dan masukkan minyak sayur, aduk kembali kemudian tiriskan.
  4. Tunggu sampai 1 malam lalu berikan pada ikan lele pada kolam.
  5. Kepalkan pakan lele agar bisa disimpan dengan rapi dan juga ditempatkan.
  6. Lakukan pemberian pakan cukup 2 kali sehari.
  7. Untuk lebih efektif lakukan pemberian pakan pada malam hari agar pertumbuhan pada lele cepat.

Demikian semoga berhasil dalam meracik pembuatan pakan lele alternatif.


Sumber : http://www.infopeternakan.com/meramu-dedak-bekatul-menjadi-pakan-alternatif-lele.html

Tanaman Bonsai


Pada prinsipnya semua jenis tanaman dapat dibuat bonsai, terkecuali tanaman Jeruk maupun Flamboyan, memang lebik baik bila dijadikan bonsai adalah tanaman tahunan, bukan tanaman semusim. Misalnya : pohon asam, pohon beringin, Jambu Biji, Sawo dan lain-lain. Dengan memotong akar utama untuk dijadikan bonsai kurang sesuai dengan persyaratan perkerdilan. Adapun perkerdilan dilakukan dengan menghambat pertumbuhan akar utama, akan tetapi bila akar utama dipotong kurang memenuh etika bonsai, karena yang tumbuh tinggal akar cabang bonsai yang baik adalah bonsai yang memiliki akar utama, dengan cara hanya memotong akar-akar cabang.

Baca Juga : Persilangan Tanaman

Adapun maksud mengikat dengan  kawat agar bibit bonsai yang baru kita tanam itu tidak goyah, yaitu pangkal pohonnya kita ikat dengan kawat tembaga pada sepotong bambu yang ada dibawah pot, melalui lubang pot. Kelak apabila pohon-pohon itu tumbuh dengan baik dan tidak roboh, kawat pengikatnya bisa dilepas. Bonsai sendiri berasal dari kata, bon : jambangan, sai : pohon, bonsai berarti pohon yang ditanam dijambangan. Bonsai mempunyai pengertian pohon kerdil didalam pot sebagai hasil pengerdilan dan training (proses penyempurnaan bentuk pohon) yang pada umumnya memerlukan waktu bertahun-tahun. 

Tidak setiap pohon yang kerdil didalam pot dapat dinamakan bonsai, hanya jika diusahakan penyempurnaannya terutama bentuknya, maka ia dapat disebut bonsai, karena untuk disebut bonsai, pohon yang bersangkutan harus memenuhi 3 syarat :

1.    Bentuk ; Wajar, sesuai dengan bentuk-bentuk jenis tanaman yang bersangkutan yang tumbuh di alam bebas, serta ada keseimbangan, terutama dalam pertumbuhan dahan-dahannya.

2.    Ukuran ; Kecil atau relatif kecil (kerdil) disebut relatif kecil karena ada juga bonsai yang terbuat dari jenis tanaman tertentu berukuran cukup besar yaitu ± 1½ m. Akan tetapi mengingat bahwa saudara-saudaranya sejenis yang tumbuh dialam bebas, pada umumnya mencapai tinggi sekita 20 m, maka yang berukuran ± 1½  ini tergolong kerdil juga.

3.    Umur ; Tua, biasanya berumur belasan tahun, puluhan, bahkan ratusan tahun.

Kalau kita kembali melihat 3 syarat diatas, mestinya pengertiannya tidak bisa, karena ditanam diluar pot (tanah biasa) berarti pertumbuhan tanaman khususnya akar tidak dapat dibatasi. Meskipun bonsai dapat diusahakan bahan dengan pot saja,misalnya batu karang.

Jadi tempat yang biasa untuk menanam bonsai adalah, Bata yang permukaannya bercelah-celah (berpori-pori), dan Terakhir adalah pot yang dangkal.


Sumber : Majalah Krida 160

Persilangan Tanaman


Jika anda sebagai penggemar tanaman-tanaman ingin dapat menciptakan tanaman jenis baru dengan melalui persilangan. Maka tentunya anda harus mengetahui terlebih dahulu caranya, berikut saya uraikan cara persilangan tanaman.


Baca Juga : Pinang Merah

1.    Cara Menyilangkan Tanaman
Sebenarnya menyilangkan tanaman atau mengawinkan tanaman adalah suatu aktifitas untuk memindahkan tepung sari dari kotak sari ke kepala putik baik didalam satu bunga maupun pada bunga lain. Namun sebelum anda menyilangkan tanaman dengan memindahkan tepung sari ke kepala putik, ada beberapa hal yang harus anda ketahui, antara lain :

a.    Macam bunga, ditinjau dari posisi sel kelamin jantan dan sel kelamin betinanya, yang bisa dibedakan menjadi :
Bunga sempurna (hermaprodit), bila didalam satu bunga terdapat sel kelamin jantan (tepung sari) dan sel kelamin betina (putik), misalnya bunga padi, kedelai dan beberapa bungan lain.

Bunga jantan atau bunga betina yang bisa didalam satu bunga hanya terdapat satu macam sel kelamin saja. Misalnya : bunga jantan pada bunga jagung yang berada pada ujung bunga jagung yang berada diketiak daun (tongkol).

Ada juga tanaman yang hanya mempunyai bunga jantan saja atau bunga betina saja, misalnya pada tanaman salak atau mlinjo.

b.    Waktu masaknya bunga jantan dan bunga betina, dikenal istilah-istilah :
Protogeny, bila sel kelamin betina masak lebih dulu dari pada sel kelamin jantan.
Protandry, bila sel kelaim jantan masak lebih dulu dari pada sel kelamin betina.
Kedua organ (sel kelamin jantan & betina) masak bersamaan.

c.    Sebelum mengadakan persilangan terlebih dulu dilakukan kastrasi (mengebiri) sel jantan.
Adapun caranya ada beberapa macam. Salah satunya diantaranya sbb.
Mengambil satu persatu anther yang belum masak dengan menggunakan ala pinset (Jepitan kecil).

2.    Syarat-syarat Menyilangkan Tanaman
Waktu menyilangkan tanaman perlu diperhatikan. Waktu yang baik untuk menyilangkan tanaman adalah bila tanaman sedang berbunga lebat.

Suhu yang baik untuk menyilangkan tanaman tidak lebih tinggi dari 20°C - 25°C. Sebab kepala putik dapat lekas mengering pada suhu yang lebih tinggi.

Beberapa jam sebelum mulai melakukan penyerbukan silang, harus tersedia benang sari dari pohon induk jantan dalam jumlah besar. Dan benang sari yang dikumpulkan harus masak, keadaanya masih segar.
Penyilangan dapat dilakukan dengan baik pada saat kepala putik mulai mengeluarkan lendir dan  kepala putiknya segar, warnanya putih bersih dan mengkilap.

Bilamana tersedia banyak serbuk sari, maka dapatlah serbuk sari itu diulaskan pada permukaan kepala putik dengan kuas/bulu ayam.

Penyilangan hendaknya dilakukan dengan trampil, tekun bekerja dan terlatih. Kegagalan sering disebabkan karena kurang trampilnya melakukan penyilangan.

3.    Untuk mengetahui apakah tanaman tersebut masih satu familiy, anda lihat sifat-sifatnya. Biasanya, kalau tanaman tersebut masih satu family, mempunyai sifat-sifat yang sama.

4.    Mengenai hormon yang bisa merangsang keberhasilan persilangan, silahkan anda menghubungi kios atau toko-toko pertanian yang menyediakan obat-obatan.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 151

Pinang Merah


Jika anda mempunyai tanaman langka yaitu pinang merah, belum tahu proses pemisahan anak pinang dari induknya dan cara yang baik untuk memisahkan. Nah untuk menjawab pertanyaan seperti di atas kita simak bersama proses mulai dari pemisahan dan perawatan pinang merah.

Baca Juga : Pemeliharaan Tanaman Jeruk

Sebenarnya untuk memisahkan anakan pinang erah ini tidaklah terlalu sulit. Potong atau pisahkan saja dengan menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Sedangkan untuk umur, tidak ada batasan umur berapa, yang penting untuk penanaman anak pinang selanjutnya bisa dilakukan dengan pemeliharaan yang benar.

Mengenai anak pinang yang sudah berumur 1 tahun, sebaiknya cepat saja dipindahkan/dipisahkan dari tanaman induknya.

Adapun untuk pemeliharaan selajutnya sebagai berikut :
1.    Cahaya.
Tanaman ini menyukai tempat yang teduh. Sehingga akan lebih baik hindarkan dari sinar matahari langsung.

2.    Kelembaban.
Tanaman ini menghendaki kelembaban yang tinggi, tetapi air tidak boleh tergenang.

3.    Pemupukan.
Pemupukan dilakukan sebulan sekali, sedangkan pemakaian pupuk dapat digunakan pupuk urea dan TSP sebanyak ± 4 gram (3 gram urea dan 1 gram TSP). Adapun cara memberikan pupuk seperti juga tanaman lain, yaitu dengan membenamkan di sekeliling tanaman.

4.    Penyiraman.
Untuk penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim kemarau, penyiraman dilakukan 2 kali sehari, sedangkan bila musim penghujan, cukup sekali.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 178. Hal 73

Pemeliharaan Tanaman Jeruk


Cara pemeliharaan tanaman jeruk diantaranya pemupukan dan pemangkasan, untuk memahamai pemeliharaan tanaman jeruk dalam pembagaian tersebut. Mari kita simak bersama-sama :

Pemupukan
Pupuk yang diberikan untuk tanaman jeruk yaitu pupuk kandang, urea, TSP, KC1 dan cara pemberiannya adalah dengan menyebarkan pupuk disekeliling tajuk dan dibenamkan. Untuk dosis pupuk dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :

Baca Juga : Jeruk Manis

Pemangkasan
Pemangkasan tanaman jeruk ada 2 periode :
  1. Pada tanaman muda pemangkasan bertujuan untuk membentuk pohon yang seimbang.
  2. Pemangkasan pada tanaman dewasa. Pemangkasan dianjurkan terutama pada cabang-cabang atau ranting-ranting yang mati, terkena penyakit dan cabang yang tumbuh tidak teratur.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara intensif serta seawal mungkin. Pengendalian yang utama adalah dengan perawatan tanaman yang baik, meliputi pengaturan drainase, pengolahan tanah dan pemupukan yang benar dan tepat. Dengan demikian diharapkan tanaman mempunyai daya tahan yang kuat terhadap serangan hama dan penyakit.

Untuk buah jeruk yang kaku, kemungkinan varietas jeruk yang ditanam tidak sesuai dengan daerah. Demikian juga untuk hama dan penyakit yang menyerang daun, bisa dilakukan dengan pemangkasan daun yang kering.


Sumber : Majalah Krida. Edisi 191. Hal 74
Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter