0817-640-3452

Ampelgading - Pemalang 52364, INA

8 Desember 2018

Lima Fakta Tentang Kaki


Sebelum membeli sepatu mahal yang akan membuat kaki Anda smakin ringan dan percaya dan melangkah, ketahui dulu beberapa fakta tentang kaki berikut ini :

1.    Sepatu Kita Juga Perlu ‘Bernapas’
Hindari menggunakan sepatu yang sama hingga beberapa hari berturut-turut. Sepatu memerlukan 24 jam untuk ‘menghembuskan’ udara di dalamnya kulit. Bahkan, bila kaki Anda tengah banyak berkeringat, perlu 2 sampai 3 hari.


2.    Gangguan Pada Kaki
Penyakit kulit akibat jamur dan bakteri yang kerap menghampiri kaki antara lain gatal dan bau kaki, atau juga dikenal sebagai athlete’s foot (tinea pedis). Tanda-tandanya adalah bau yang kurang sedap, gatal dan nyeri, kulit di sela-sela jari kaki terkelupas, meradang, lembab dan melepuh, serta daerah yang terinfeksi menjadi kulit mati dan putih. Gangguan ini bisa menyerang siapa saja. Dan jika dibiarkan, kulit bakal makin meradang.

3.    Sepatu Tertutup = Kaki Lebih Bau?
Ada anggapan salah yang mengatakan bahwa sepatu tertutup memiliki kemungkinan lebih dapat menyebabkan bau kaki ketimbang sepatu sandal atau model terbuka. Padahal, bahan atau material sepatu lebih mempengaruhi bau kaki. Semakin tinggi kemampuan bahannya untuk menyerap air, bakal kian disukai bakteri untuk tinggal, sehingga lebih berpeluang menyebabkan jamur dan bau.

4.    Kaki Wanita lebih Bermasalah
Wanita memiliko resiko dihinggapi problem kaki 4 kali lebih tinggi ketimbang pria. Mengenakan high heels dalam jangka panjang menjadi salah satu penyebabnya.

5.    Kaki Lebih Berkeringat Ketimbang Bagian Tubuh Lain
Sifatnya wajar saja kaki kita berkeringat, karna ada 250.000 kelenjar keringat di kaki, sehingga juga membuat kaki kita berkeringat lebih banyak dibandingkan bagian tubuh lain.

Sistem Konstruksi Rumah Idaman


Dengan sistem konstruksi yang efektif dan efisien, banyak hal yang bisa Anda hemat antara lain biaya dan waktu, disamping juga ramah lingkungan. Membangun rumah idaman yang aman dan nyaman tidak harus memakan waktu lama yang bisa mengakibatkan pembengkakan biaya. Saat ini Anda bisa menerapkan sistem kontruksi yang efektif dan efisien, yang tidak hanya hemat dari segi biaya, tapi juga waktu pengerjaannya. Mengingat biaya membangun rumah yang tidak sedikit, maka adanya alternatif cara membangun tentunya patut dipertimbangkan.


Apa Yang Dimaksud Dengan Sistem Konstruksi Yang Efektif Dan Efisien?
Sistem konstruksi yang efektif memungkinkan bangunan mendistribusikan beban yang diterimanya melalui seluruh elemen bangunan. Contohnya, dengan distribusi beban yang lebih merata maka dinding dengan kolom berukuran besar dapat dihindarkan. Dengan sistem yang mengurangi panggunaan cetakan/bekisting dan penggunaan elemen pracetak, konstruksi menjadi lebih efisien karena waktu, biaya, dan bahan dapat dikurangi.

Misalnya saja saat akan memasang dinding. Setelah pondasi selesai dibuat, ahli bangunan (tukang) harus membuat cetakan sloff dari kayu. Kemudian, setelah besi tulangan dipasang dan beton di cor, sloff mesti ditunggu sampai mengeras sebelum cetakan kayunya dibuka, dan dilanjutkan dengan pemasangan bata pada lapisan pertama bata. Artinya, hanya memasang dinding saja memerlukan tahapan yang panjang. Belum pengerjaan yang lainnya.

Bayangkan kalau pemasangan bata sudah dapat dilakukan tanpa perlu membuat cetakan kayu dan juga menunggu beton sloof mengeras. Tentu efisien, bukan?

Apakah Konstruksi Yang Efisien Mampu Memerlukan  Standar Yang Sudah Dilakukan?
Standar kelayakan suatu konstruksi rumah bukan hal yang ditawar lagi. Pengertian efisien di sini bukan dengan cara memasang elemen bangunan atau menggunakan material berkualitas rendah. Konstruksi yang efisien justru menerapkan teknologi mutakhir dengan dukungan material berkualitas nomor satu sehingga memenuhi strandar konstruksi rumah sehat yang aman dan nyaman.

Konkretnya, Seperti Apa, Sih, Konstruksi Yang Boleh Dibilang Inovatif Ini ?
Konstuksi rumah yang efisien dan efektif memiliki 5 sitem pengerjaan yang semuanya terintegrasi dengan baik.
1.   Sistem rangka dan dinding partisi. Dalam sistem ini, kolom dan balok menjadi elemen utama pemikul beban.
2.    Sistem dinding penahan beban. Untuk membangun dinding sekaligus memperkuat kolom.
3.    Sistem atap. Untuk menutup struktur atap yang bisa dibangun dari kayu atau besi/baja.
4.   Sistem kusen & pintu jendela. Untuk membuat bukaan digunakan pintu dan jendela pracetak dengan engsel dan kuncu yang terpaut.
5.    Sistem pelat. Untuk membuat pelat atap dan pelat lantai.

Apa Keunggulan Sistem-Sistem Tersebut?
Kemudahan dalam pengembangan rumah di kemudian hari (pengembangan modular), waktu pembangunan lebih cepat. Tidak menghabiskan banyak kayu serta lebih sedikit limbah konstruksinya.

Kolam Budidaya Lele Anda Menimbulkan Bau Busuk? Berikut Cara Menghilangkan Bau Menyengat


Kolam lele yang menggunakan terpal, tembok atau juga drum plastik jika sudah setengah bulan dari masa tebar benih seringkali mengeluarkan bau busuk yang menyengat hidung. Jika kolam budidaya Anda berada dilokasi yang dekat dengan tetangga tentu cukup mengganggu terlebih bagi anda sendiri pemilik budidaya. Untuk meminimalkan bau busuk pada kolam budidaya, beberapa tips berikut yang dapat dilakukan secara mandiri atau penggabungan perlu dilakukan. Pada prinsipnya mengurangi faktor penyebab bau atau menangkalnya. Lele akan ikut terjaga kesehatannya, jika bau air kolam dapat berkurang.

Baca Juga : Seputar Hama Tanaman

1. Rebus Pakan Mentah
Untuk anda yang menerapkan pakan tambahan mentah pada lele, sebaiknya direbus dulu. Terutama untuk volume pakan yang banyak. Sisa pakan mentah berpotensial untuk menimbulkan bau busuk. Sesuaikan jumlah pakan dengan jumlah ikan dikolam.

2. Gunakan Probiotik
Pemberian probiotik pada kolam ikan, sangat membantu mengurangi bau busuk. Mikroorganisme yang terkandung di dalamnya mampu menguraikan sisa pakan, kotoran ikan dan bahan-bahan organik dikolam sehingga mengurangi bau busuk. Anda bisa mencari probiotik ditoko ternak dengan berbagai merk, contohnya EM4 perikanan, Figros dan lain-lain. Carilah probiotik yang sekaligus mengandung tambahan suplemen untuk kesehatan ikan.

3. Filter Air
Meskipun penerapan filter air pada kolam ikan lele jarang dilakukan, metode penyaringan air dapat dilakukan untuk mengurang bahan organik yang mengendap didasar kolam dan bau yang ditumbulkan. Air kolam dipompa ke sebuah instalasi filter air untuk kemudian dialirkan kembali kedalam kolam. Penggunaan filter air selain membuat air lebih bersih juga mampu meningkatkan kadar oksifen terlarut dalam air atau DO (Dissolved Oxygen). Air yang digerakkan atau dialirkan juga lebih mudah melepas kadar amoniak ke udara dibandingkan air yang diam. Filter untuk kolam lele umumnya digunakan pada kolam yang padat tebar yang cukup tinggi.

4. Material koloid
Penambahan material yang bersifat koloid kedalam kolam seperti batu-bata, pipa bus (buis) beton, genting tanah liat, batu zeolit dapat diterapkan. Selain memiliki kemampuan penyerapan, material diatas dapat menjadi rumah bagi mikroorganisme atau bakteri penguran didalam kolam. Bahan-bahan material dapat menyulitkan saat masa panen sehingga menjadi kendala tersendiri.

5. Akuaponik
Akuaponik atau penggabungan hidroponik dengan kolam ikan dapat mengurangi bau busuk pada kolam. Apalagi jika diterapkan sejak awal masa pemeliharaan ikan dikolam. Air yang banyak mengandung sisa-sisa bahan organik dialirkan ke instalasi akuaponik untuk dijadikan nutrisi tanaman. Air mengalami penyaringan oleh filter, media, sekaligus akar tanaman sehingga menjadi lebih bersih dibanding kolam tanpa instalasi akuaponik.

6. Pakan Secukupnya Saja
Pemberian pakan pada lele hendaknya secukupnya saja, jangan berlebihan. Beberapa praktisi bahkan menyebutkan perkiraan untuk pakan seekor ikan dalam kondisi 80% kenyang. Selain untuk menjaga nafsu makan lele pada pemberian pakan berikutnya, juga agar pakan tidak bersisa yang menjadi salah satu faktor penyebab bau busuk.

7. Angkat Ikan Yang Mati
Sering-seringlah memeriksa kondisi kolam, hal ini bertujuan untuk memantau kondisi lele jika ada yang mati. Jika ditemukan lele yang mati terapung segera angkat dan dibuang. Bangkai lele yang mati menjadi sumber bau pada kolam yang cukup signifikan, sekaligus menjadi indikator air kolam berada dalam level kuran sehat.

8. Pergantian Air Berkala
Meskipun lele dapat hidup sampai masa panen tanpa pergantian air, penambahan volume air tetap perlu dilakukan untuk mengganti turunnya volume air. Hal ini sangat tepat jika ditengah masa pembesaran muncul bau tidak sedap, anda dapat melakukan pergantian air 20% hingga 50% dari volume air kolam secara berkala atau 60% hingga 80% jika kolam terlalu parah. Penggantian volume air disesuaikan tingkat bau pada kolam budidaya.

9. Persifonan (Sifon)
Sifon sendiri berfungsi untuk membuang kotoran atau endapan pada dasar kolam. Sifon dapat diletakkan didasar kolam dengan kontruksi khusus sehingga kotoran mudah tersedot keluar saat lubang buang dibuka. Penyedotan kotoran dengan selang air tanpa listrik juga dapat dilakukan, atau selang dapat dihubungkan dengan pompa air listrik. Setelah penyedotan selesai, isi kembali kolam air seperti sedia kala.

10. Kucuran Air
Kucuran air yang diambil dari dalam kolam maupun luar kolam dapat mempercepat proses pelepasan kandungan amoniak dari air kolam. Untuk menciptakan kucuran air dari dalam kolam dapat digunakan pompa air atau pompa akuarium.


Sumber : http://daunijo.com/cara-menghilangkan-bau-busuk-menyengat-pada-kolam-lele/

Seputar Hama Tanaman


Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliane), jenis hama tanaman yang menghisap caiaran akar dan daun. Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit. Pengendalian : pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot dengan Natural BVR atau PESTONA.


Tungu Merah (Tetranychus sp), bercak-bercak kuning pada daun dan berubah hitam, akibatnya kerdil dan buah berkurang. Cara pengendalian : semprot Natural BVR atau PESTONA.
Ulat Grayak (Spodoptera sp,), menyerang daun hingga rusak dan berlubang. Cara pengendalian, semprot dengan Natural VITURA.

Kumbang Daun (Apogonia destructor), memakan atau meusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Cara pengendalian : pasang lampu perangkat dan musnahkan, semprot dengan PESTONA.

Ulat kantong (Mahasena corbetti), memakan bagian atas permukaan daun, terjadi lubang-lubang kecil pada daun. Cara pengendalian, pangkas dan potong tanaman terserang berat dan dibakar lalu semprot dengan PESTONA + POC NASA.

Ngengat buah anggur (Paralobesia vireana atau Grape Berry Moth), larva memakan bunga dan buah yang masih pentil dan tua sehingga buah tidak normal. Cara pengendalian, Buang buah rontok dan bakar, semprot PESTONA paling lambar 14 hari sebelum panen.

Hama lain seperti rayap, tikus, burung, tupai dan kelelawar. Cara pengendalian, sanitsi kebun, bungkus buah, menghalau hama dan pasang perangkap.

Macam-macam Penyakit
Busuk Kapang Kelabu (Gray Mould Rot), jamur Botrytis cinerea, berkembang pada saat buah anggur menjelang masak. Buah berwarna cokelat tua, keriput dan busuk. Cara pengendalian, penanganan panen dan pasca panen yang baik, semprot Natural GLIO+gula pasir.
Tepung Palsu (Downy mildew), jamur Plasmopora viticola, menyerang batang muda, sulur, tangkai buah dan butir buah. Cara pengendalian, kurangi kelembaban kebun (dipangkas), potong dan musnahkan tanaman terserang, pasang naungan, Natural GLIO+gula pasir.

Busuk Hitam (Black Rot), jamur Guignardia bidwelli, bercak-bercak kecil berwarna putih pada buah hampir matang dengan warna tepi cokelat, kemudian busuk buah mengendap dan mengeriput hitam seperti “mummi”. Cara pengendalian, Pangkas bagian sakit, kurangi kelembaban, bungkus buah, Natural GLIO + Gula pasir.

Bercak Daun (Cercospora viticola dan Alternaria vitis), timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam sehingga tunas dan daun kering dan rontok. Cara pengendalian, Sanitasi kebun, mengurangi kelembaban kebun, potong dan musnahkan daun terserang, semprot dengan Natural GLIO.

Karat Daun, jamur Physopella ampelopsidis, terdapat tepung berwarna jingga pada sisi bawah daun dan pada sisi daun ada bercak-bercak hijau kekuningan dan seluruh permukaan tertutupi lapisan tepung sehingga daun kering dan rontok. Cara pengendalian, Pangkas daun sakit dan semprot dengan Natural GLIO+gula pasir.

Cendawan Tepung (Powder mildew), jamur Uncinula necator, menyerang semua stadium perumbuhan. Daun menggulung ke atas dan bentuk abnormal ditutupi tepung berwarna kelabu sampai agak gelap, batang sakit coklat. Cara pengendalian, semprot Natural GLIO+gula pasir.
Kudis (Scab), Jamur Elsinoe ampelina, menyerang semua bagian tanaman. Bercak kelabu dengan tepi cokelat kemerahan, kemudian daging buah mengeras dan berkudis. Cara pengendalian, Pangkas bagian yang sakit, sanitasi kebun, semprot Natural GLIO + gula pasir.


Sumber : http://dunia-tani.blogspot.co.id/2013/11/seputar-hama-tanaman.html

14 November 2018

Mengenal dan Memanfaatkan Gulma Air 


Gulma air merupakan tumbuhan air yang seluruh atau sebagian dari daur hidupnya berada dalam air. Tumbuhan air ini tidak selalu menibulkan kerugian, tapi bisa juga memberi keuntungan. Hal ini tergantung dari pada jenis dan keadaan pertumbuhannya.

Untuk itu marilah kita mengenal beberapa jenis tumbuhan air yang biasa hidup diperairan.
Jenis Tumbuhan Air.


Tumbuhan air dapat digolongkan menjadi :
A.   Yang Melekat Pada Dasar Perairan, diantaranya :
1.    Muncul dipermukaan Air.
Jenis tumbuhan ini hidup dalam air dengan kedalaman 150 cm atau lebih, sebagain besar berakar rimpang, sedang bunga dan buah selalu terdapat diluar air.
Misalnya Wlingen (Scirpus grossus).

2.    Berdaun Terapung.
Jenis tumbuhan ini hidup dalam air dengan bunga dan buah terapung atau berada diatas permukaan air. Misalnya : Teratai (Nyphaea sp).

3.    Terbenam.
Jenis tumbuhan ini hidup dalam air dengan kedalaman 10 – 11 meter, daun berbentuk pita dan seluruhnya terbenam air. Misalnya : Ganggang (Hydrilla vertcillata).

B.    Tumbuhan Air yang Terapung Bebas.
Tumbuhan ini kebanyakan terdapat diperairan tenang atau mengalir lambat, mempunyai akar yang lebat dan melekat didasar perairan yang dangkal.
Misalnya : Enceng gondok (Eichrornia crassipers). Kayu apu (Pistia stratiotes).

Pemanfaatan Gulma Air
Apabila perumbuhan gulma air terlalu banyak dan luas sampai menutupi permukaan perairan atau kolam, dapat menimbulkan kerugian, oleh karena itu harus dikurangi jumlahnya.
Salah satu cara untuk mengurangi pertumbuhan gulma air adalah memanfaatkan dan pengolahan  gulma air tersebut untuk :

1.    Sebagai Bahan Pupuk Organik
Jenis gulma air yang dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik adalah :

a. Janji atau Kayambang. Yang dibiasa terdapat disawah-sawah, dapat digunakan untuk pupuk. Caranya sebagai berikut : kumpulkan janji, ikat dalam bentuk onggokan dan letakkan disawah, kemudian dibiarkan. Setelah janji mulai mengering, kemudian langsung dibenamkan ditanah.

b.    Enceng Gondok.
Selain jani, enceng gondok juga dimanfaatkan untuk pupuk organik, Caranya sebagai berikut : enceng gondok ditumpuk pada lahan yang akan ditanami setelah mengering dan membusuk selam 1 – 1,5 bulan. Kemudian diolah bersama tanah. Dan langsung lahan dapat ditanami jagung, ketela pohon dan lain-lain.

2.    Penanaman Jamur Merang
Pada umumnya penanaman jamur merang pada merang atau jerami, tetapi ternyata jamur merang dapat ditanam pada enceng gondok. Caranya hampir sama dengan ditanam pada jerami atau merang.
Penanaman jamur merang pada enceng gondok sbb. : enceng gondok yang segar dikeringkan, setelah itu diikat dengan ukuran garis tengah lebih kurang 15 cm dan panjangnya tergantung tanamannya, asal tidak melebihi 60 cm. Sebaliknya dalam satu ikatan panjang dibuat seragam.

Kemudian siapkan bedengan dengan ukuran lebar 60 cm, panjang 1 m, tinggi 20 – 30 cm. Kemudian ikatan enceng gondok direndam air bersih lebih kurang 3 jam. Setelah itu enceng gondok disusun dalam bedengan dan bibir jamur bisa ditanam disela-sela ikatan enceng gondok.

3.    Sebagai Bahan Kerajinan
Sebagai salah satu jenis gulma air yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan adalah tangkal dari eneng gondok yang panjang 50 cm atau lebih. Adapun cara pengolahannya sebagai berikut :
Tangkai enceng gondok yang dibuang akar dan daunnya, dikeringkan dengan sinar matahari selama 4 -7 hari.

Pengeringan sebaiknya jangan dilakukan dengan oven, hal ini akan menyebabkan tangkal enceng gondok menjadi rapuh dan mudah patah kalau dianyam. Setelah dikeringkan, tangkal dibelah menjadi 2 – 4 bagian, baru kemudian dianyam sesuau kebutuhan.

Misalnya : Untuk karpet, alas piring, alas gelas, tempat bunga dan lain-lain. Untuk mengawetkan dan memperindah hasil kerjaan, dapat dipernis.

4.    Penghasil Gas Bio.
Enceng gondok, selain dapat digunakan untuk pupuk, kerajinan tangan penanaman jamur merang ternyata gulma ini dapat dipakai sebagai bahan baku gas bio. Dan gas yang dihasilkan dapat digunakan untuk keperluan memasak atau penerangan. Adapun cara pembuatannya dapat dibagi menjadi 2 tingkatan, yaiut penyedian bahan dan pengisian pencerna.

Penyediaan Bahan :
-  Enceng gondok dipotong kecil-kecil.

-  Potongan ini dicampur dengan kotoran hewan yang masih segar ( segala macam kotoran hewan dapat digunakan). Campuran diaduk sampai rata. Selanjutnya dimasukkan kedalam lubang tanah. Banyaknya kotoran 1/10 dari berat enceng gondok.

-   Tiap hari diaduk dan disiram, sampai lebih kurang 3 minggu.

-  Setelah membusuk diambil, dicampur dengan air sebanyak 1,5 kali volume bahan, selanjutnya diaduk sampai rata dan disaring. Hasil saring digunakan untuk bahan gas dan ampas untuk pupuk tanaman.

Pengisian Pencerna :
-   Setiap hari, pencerna diisi hasil saringan tersebut diatas sebanyak lebih kurang 8 liter, setelah seminggu pencerna diisi 2/3 bagian.

-   Pengisian sedikit demi sedikit, agar bakteri metana dapat berkembang dengan baik.

-  Setelah 4 – 5 minggu, perlu ditambah air kapur lebih kurang 1,5 liter untuk membantu bekerjanya bakteri.

-  Jika timbulnya gas mulai berkurang, pencerna ditambah bubur atau hasil saringan tadi dengan membuang sebagian bubur dalam pencerna terlebih dulu dengan melalui pipa pembuangan C.

- Setelah 6 bulan sekali, pencerna dibongkar, dibersihkan keraknya, dan diisi lagi.


Sumber : Majalah Krida Edisi 195. Sutinah BIP. Ungaran

Calincing Sebagai Penawar Racun Bongkrek


Calincing merupakan tumbuhan semak yang terlindung dari pancaran sinar matahari. Tumbuhan ini sering dijumpai pada tanggul-tanggul kecil dan jalan setapak dihutan, disepanjang tembok dan pagar, dikebun-kebun teh dan kina ataupun ditegalan. Tempat tumbuh biasanya didataran rendah sampai ketinggian 1300 m diatas permukaan laut. Calincing ini termasuk tumbuhan rendah, tingginya hanya mencapai 10 – 50 cm, berbatang banyak dan mempunyai akar yang kuat.


Daun calincing berbentuk bujur telur, tumbuh bertiga diujung-ujung tankai daun. Tangkai daunnya tumbuh bertiga-tiga pada batang. Bunganya dalam payung tunggal diketiak, dengan 2 sampai 8 bunga. Daun mahkotanya berwarna kuning, dengan pangkal hijau,panjangnya 3 sampai 8 mm. Buah calincing besarnya kira-kira 8 -10 mm seperti belimbing manis, rasa buahnya asam.


Manfaat Calincing
Calincing mengandung Kalium oksalat, selain penawar racun bongkrek, calincing berguna untuk obat penguat lambung, pembangkit selera makan dan memperbaiki perncernaan, serta dapat pula sebagai obat sakit perut.


Dalam hubunganya sebagai penawar racun bongkrek, marilah kita tinjau cara-cara pembuatan tempe bongkrek. Tempe ini terbuat dari ampas kelapa dicampur dengan ragi, Karena pencampuran tersebut maka timbullah cendawan. Jika cendawan tumbuh dengan baik maka pembuatan tempe itu berhasil dengan baik, sebaliknya bila pertumbuhan cendawan menyimpang dari biasanya, maka inilah yang berbahaya. Tempe yang terjadi demikian mengandung racun yang sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian bila tidak secepatnya mendapat pertolongan dari dokter.

Adapun cara penggunaan calincing sebagai obat penawar racun tempe tersebut sebagai berikut :

Kita ambil daun calincing, kemudian diperas diambil airnya. Dan air perasan ini digunakan untuk mencampuri adonan tempe bongkrek. Fungsi dari cairan tersebut dapat memberantas kuman yang mengganggu pertumbuhan cendawan. Dengan demikian kita dapatkan tempe bongkrek yang bebas dari kuman yang membahayakan.


Begitu besar manfaat tumbuhan calincing. Tumbuhan yang kelihatan tumbuh tersia-sia diantara semak-semak yang gelap ini ternyata dapat menyelamatkan milik manusia yang paling berharga yaitu nyawa.


Sumber : Majalah Krida Edisi 156
Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - fandi_almizan
Join Our Newsletter